alexametrics

Metode Group Investigation Meningkatkan Hasil Belajar

Oleh: Tri Sambodo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, HASIL belajar adalah perubahan perilaku individu yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Perubahan perilaku tersebut diperoleh setelah siswa menyelesaikan program pembelajarannya melalui interaksi dengan berbagai sumber belajar dan lingkungan belajar. (Rusmono, 2017). Berdasarkan pengamatan di kelas VII F, hasil belajar IPS siswa masih rendah.

Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan karena siswa belum memahami dan menguasai materi pelajaran karena adanya transisi perubahan pola pikir dari SD ke SMP dan pembelajaran di masa pandemi yang kurang maksimal. Jika dilihat dan pola pembelajaran selama ini, guru cenderung belum mengembangkan metode pembelajaran yang bervarisasi, sehingga siswa tidak memiliki kreativitas dalam proses pembelajaran. Untuk itu, guru dalam pembelajaran perlu menggunakan kolaborasi beberapa media dalam satu pembelajaran agar siswa aktif dalam setiap proses pembelajaran berlangsung.

Baca juga:  Belajar Perkalian dengan Media Game Moou Train di Masa Pandemi

Upaya guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan menerapkan metode group investigation. Metode group investigation merupakan salah satu metode pembelajaran, di mana semua siswa yang terlibat dalam suatu kelompok dituntut merencanakan suatu penelitian. Bukan hanya merencanakan suatu penelitian saja, melainkan juga mampu merencanakan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi (Maryani dan Fatmawati, 2015).

Langkah–langkah dalam menerapkan metode group investigation yaitu, guru melakukan pembagian siswa–siswa di dalam kelas. Pembagian siswa tersebut dimaksudkan ke dalam kelompok yang bersifat heterogen. Guru perlu memberikan penjelasan tentang tujuan dari pembelajaran ini dan tugas yang harus diselesaikan oleh kelompok. Guru memanggil masing–masing ketua dalam kelompok.

Setiap kelompok diberikan tugas sebanyak satu materi atau tugas yang berbeda dengan kelompok–kelompok yang lain. Kemudian, masing–masing kelompok membahas materi yang diberikan oleh guru. Pembahasan dilakukan secara kooperatif yang bersifat penemuan. Setelah selesai pelaksanaan diskusi kelompok, selanjutnya juru bicara dalam kelompok diminta untuk menyampikan hasil dari pembahasan yang dilakukan oleh kelompok. Di akhir pembelajaran, guru perlu membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang telah di bahas dalam kelompoknya (Widayati & Muaddab dalam Fatmawati, 2015).

Baca juga:  Mengatasi Sampah Plastik di Sekolah dengan Ecobrick

Pembelajaran menekankan suasana untuk saling bekerja sama dan melakukan interaksi di antara siswa dalam kelompok. Siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan kondusif. Menumbuhkan motivasi dalam diri siswa, agar aktif dalam kegiatan proses belajar, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pada tahap akhir pembelajaran. Tahap akhir dari pembelajaran ini yaitu melakukan presentasi dari hasil investigasi dari setiap kelompok.

Sedangkan kekurangan dari metode group investigation yaitu siswa yang memiliki potensi dalam berpikir yang rendah, tidak begitu aktif di kelas dan dalam diskusi, menjadikan metode group investigation tidak dapat berjalan dengan baik. Siswa yang berperan sebagai anggota kelompok, belum tentu bersedia untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Hal tersebut disebabkan mereka hanya memberikan kepercayaan penuh pada ketua yang ada dalam kelompoknya. Teman yang memiliki daya pikir yang lemah, pada umumnya hanya bisa mengikuti teman dalam kelompok. Secara keseluruhan, melalui penerapan metode group investigation dinilai sangat efektif dalam mendongkrak hasil belajar IPS. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Kademan. (bat2/zal)

Baca juga:  Belajar Menyenangkan dengan Metode Teknik Jigsaw

Guru SMPN 1 Kandeman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya