alexametrics

Integrasi Literasi Sains Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh : Riyan Putra Setiyawan S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, LITERASI sains merupakan satu dari enam literasi dasar yang harus dikuasai siswa untuk menyongsong abad 21. Melalui literasi sains, siswa diharapkan memiliki pola pikir, perilaku, dan karakter manusia yang peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat (OECD:2016).

Sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya literasi sains, pemerintah telah mencanangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Di antaranya dengan membaca 15 menit sebelum pelajaran, pengembangan kecakapan literasi melalui kegiatan non-akademis, maupun dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan strategi literasi.

Namun, praktik literasi sains belum sepenuhnya diterapkan di kelas. Kegiatan literasi masih sebatas kegiatan membaca buku 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM). Belum banyak dijumpai literasi sains melalui kegiatan non akademis maupun dalam KBM. Bilapun ada, literasi sains hanya dilaksanakan dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan sumber pada buku ajar/teks. Sebagian besar memahami, buku teks adalah satu-satunya bahan ajar sehingga pembelajaran IPA belum menerapkan pendekatan saintifik dan inkuiri. Dampaknya, kualitas pembelajaran IPA menjadi rendah. Studi yang dilaksanakan PISA 2015 menunjukkan rata-rata nilai sains Indonesia mencapai skor 403 dibandingkan dengan negara-negara OECD yang sebesar 493.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Membaca melalui Video Call

Permasalahan pelaksanaan pembelajaran serupa juga terjadi pada siswa kelas VI SDN 2 Kalisari, Kabupaten Blora. Pada tema 2 pokok bahasan Ciri Khusus Tumbuhan, pembelajaran cenderung menggunakan metode konvensional. Akibatnya siswa kurang termotivasi mengikuti pembelajaran. Hasil belajarpun banyak yang belum tuntas. Dari 29 siswa, hanya 6 siswa (21 persen) yang tuntas, sementara sisanya masih belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis berinisiatif menetapkan alternatif tindakan dengan menerapkan Integrasi Literasi Sains dalam kegiatan pembelajaran.

Literasi sains meruapakan pengetahuan dan kecakapan ilmiah yang mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD dalam Randy Fananta:2019).

Baca juga:  Mudahnya Belajar Pecahan melalui Bingo Matematika

Untuk mengintegrasikan literasi sains dalam pembelajaran, tidak semua model pembelajaran cocok. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Berdasarkan pengertian literasi sains, model pembelajaran yang memenuhi kriteria haruslah mampu membuat siswa mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, hingga kemauan untuk terlibat dan peduli pada isu-isu sains yang berkembang di masyarakat. Di antara model pembelajaran, model pembelajaran berbasis proyek memenuhi persyaratan tersebut. Selain sesuai dengan pelaksanaan kurikulum yang bermuatan literasi, juga mampu menumbuhkan karakter dan kecakapan abad 21.

Adapun langkah-langkah integrasi literasi sains dengan pembelajaran IPA siswa kelas VI SDN 2 Kalisari sebagai berikut, a) memilih materi pembelajaran, b) menetapkan model pembelajaran, c) menentuakan media pembelajaran multimodal, d) mendesain pembelajaran agar siswa dapat mengomunikasikan gagasannya dan aktif selama pembelajaran, e) memanfaatkan kegiatan literasi, apersepsi, inti, dan penutup untuk meningkatkan keterampilan dan karakter siswa.

Baca juga:  Efektivitas Pembelajaran Steam pada Materi Sikus Air

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar sebesar 68, dengan persentase kelulusan 62 persen. Hasil belajar siklus II menunjukkan rata-rata sebesar 69, dengan persentase kelulusan 72 persen. Sedangkan hasil belajar pada siklus III menunjukkan rata-rata sebesar 76, dengan persentase kelulusan 83 persen. (wa2/ida)

Guru SDN 2 Kalisari, Kabupaten Blora

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya