alexametrics

Course Review Horay, Trik Belajar Laundry Menjadi Lebih Menarik

Oleh : Danu Wiyoto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siapa bilang belajar laundry itu membosankan? Belajar laundry itu mengasyikkan jika kita mengetahui triknya. Istilah laundry sudah tidak asing lagi bagi kita. Yakni binatu atau pencucian. Proses pencucian yang dimaksudkan adalah yang dilakukan terhadap bahan-bahan tekstil menggunakan media utama air, chemical dan mesin cuci.

Laundry cleaning department adalah suatu usaha berbentuk badan usaha yang kegiatan usahanya mencuci bahan pakaian dengan suatu proses/teknik dan cara pencuciannya professional. Tujuan utamanya untuk mendapatkan keuntungan dan usaha pencucian berhasil terhadap tekstil yang dicuci (Benny I. Towoliu : 2018:2).

Pandangan terhadap pelajaran laundry sebagai materi yang sulit menjadi salah satu kendala sehingga menuntut pemahaman dan penalaran yang mendalam. Selain itu pelajaran laundry membutuhkan ketelitian, dan kesabaran. Maka, guru harus menanamkan konsep dasar materi laundry dengan baik dan benar.

Namun pembelajaran di kelas di SMKN 1 Tegal terkadang menghadapi kendala. Yaitu siswa kurang termotivasi untuk belajar hal-hal baru. Mereka cenderung malu dan takut bertanya pada guru. Siswa bekerja tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) kerja, dan mencari solusi sendiri yang kurang tepat dengan cara mengerjakan tugas yang asal jadi.

Baca juga:  Perilaku Konsumsi Siswa Dipengaruhi Teman Sebaya

Maka diperlukan upaya perbaikan proses pembelajaran agar siswa mempunyai motivasi yang kuat dan berperan aktif selama proses pembelajaran. Digunakan model pembelajaran yang dapat mendorong keaktifan, kemandirian, tanggung jawab siswa, sekaligus menyenangkan. Model pembelajaran yang tepat adalah kooperatif tipe course review horay.

Menurut Huda (2015: 229) metode course review horay merupakan metode pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar diwajibkan berteriak “horee!!” atau yel-yel lainnya yang disukai.
Sedangkan menurut Sohimin (2016: 54) CRH merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil.

Baca juga:  Pembelajaran Cerpen di Abad 21 Menggunakan Model CIRC

Melalui CRH diharapkan melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dan memberikan kontribusi yang berarti untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep belajar. Pada akhirnya setiap siswa dalam kelas dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal.

Langkah-langkah dalam menerapkan model CRH yaitu pertama, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Kedua, guru mendemonstrasikan materi sesuai topik dengan tanya jawab. Ketiga, guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok.

Setelah terbentuk kelompok untuk menguji pemahaman, siswa diminta membuat kartu atau kotak sesuai kebutuhan. Kartu atau kotak tersebut diisi dengan nomor yang ditentukan guru. Langkah selanjutnya, guru membacakan soal secara acak dan siswa menuliskan jawaban di dalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan guru.

Setelah pembacaan soal dan siswa menulis jawaban di dalam kartu atau kotak, guru dan siswa mendiskusikan soal yang telah diberikan tadi. Bagi pertanyaan yang dijawab dengan benar, siswa memberi tanda check list (“v”) dan berteriak ‘horee!!’ atau menyanyikan yel-yelnya. Nilai peserta dadik dihitung dari jawaban yang benar dan yang banyak berteriak ‘horeee!!’. Lalu, guru memberikan reward pada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi atau yang paling sering memperoleh “horee!!”.

Baca juga:  Solusi Audio Visual Tingkatkan Daya Serap Pembelajaran Energi di Masa Pandemi

Setiap tipe pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan model ini yaitu pembelajaran menjadi lebih menarik dan mendorong siswa terjun ke dalamnya. Pembelajaran tidak monoton karena proses belajar seperti permainan, dan melatih kerja sama. Adapun kelemahannya, siswa yang aktif dan pasif nilainya disamakan, dan adanya peluang untuk curang.

Jika guru mampu mengoptimalkan segala potensi dan meminimalisasi peluang kecurangan serta lebih jeli melihat keaktifan di kelas, pembelajaran laundry menggunakan kooperatif tipe course review horay, dapat berjalan optimal dan lebih menarik. (mj/lis)

Guru SMKN 1 Tegal/Mahasiswa Magister Pedagogi UPS Tegal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya