alexametrics

Bilah Kayu sebagai Media Belajar Start dalam Renang Gaya Bebas

Oleh : Danar Pramesti S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, OLAHRAGA renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang. Gaya renang yang diperlombakan adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya punggung, dan gaya dada. Perenang yang memenangkan lomba renang adalah perenang yang menyelesaikan jarak lintasan tercepat. Peraturan perlombaan renang ditetapkan oleh badan dunia bernama Federasi Renang Internasional (FINA). Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah induk organisasi cabang olahraga renang di Indonesia.

Menurut Erlangga (2010:75), cabang olahraga renang adalah olahraga air yang sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi kekuatan otot tubuh, jantung, paru-paru, dan juga membantu meningkatkan perasaan berani. Dari berbagai definisi di atas bisa disimpulkan bahwa olahraga renang adalah olahraga yang dilakukan di air dan membuat seluruh bagian atau seluruh otot tubuh aktif bergerak. Bagian tubuh yang aktif bergerak akan membantu tubuh tidak tenggelam, bisa mengapung di permukaan maupun menyelam di bagian dasar suatu kolam, danau, dan sejenisnya.

Baca juga:  Motivasi Belajar Loncat Katak Melalui Pendekatan Bermain

Dalam perlombaan renang kecuali gaya punggung baik itu gaya bebas, gaya dada, maupun gaya kupu–kupu, semua start dilakukan dari atas blok start. Maka untuk mengatasi ketakutan dalam melakukan start dari atas blok start, penulis sebagau pengajar di SMP Negeri 1 Bandar Kabupaten Batang memanfaatkan media bilah kayu untuk mengatasi ketakutan meluncur dari atas blok start. Salah satu start yang dilakukan dari atas blok start adalah gaya bebas. Latihan start dimulai dari bawah dahulu baru kalua sudah berani biasa dilakukan dari atas blok start.

Penulis menggunakan media bilah kayu untuk melatih peserta didik dalam melakukan start, diawali dari posisi jongkok kemudian dilanjutkan posisi menungging dan diakhiri dengan meloncat melewati bilah kayu yang dipegang oleh guru. Peserta didik berusaha melompati bilah kayu tersebut agar semua anggota tubuh, baik tangan, kaki, perut, ataupun anggota badan lainnya, tidak menyentuh bilah kayu dengan posisi kepala meluncur ke bawah kolam. Urutan anggota badan yang menyentuh air saat melakukan start dari atas balok start adalah tangan terlebih duhulu kemudian dilanjutkan kepala lalu dada, perut, dan anggota badan yang terakhir menyentuh air adalah kaki.

Baca juga:  Pentingnya Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran IPS

Metode ini penulis rancang agar peserta didik tidak merasa takut untuk melompat ke dalam kolam dan bisa melakukan teknik melompat dari balok start secara baik dan benar sehingga bisa menghasilkan tolakan yang maksimal saat melakukan start.

Hasil dari menggunakan media bilah kayu sebagai sarana untuk belajar start gaya bebas diharapkan peserta didik pada saat melakukan perlombaan renang dapat melakukan tolakan start yang maksimal dari atas balok start. Dengan begitu, dapat memperolehan waktu tempuh yang cepat karena dalam perlombaan renang yang dinyatakan sebagai pemenag adalah perenang yang bisa memperoleh waktu tempuh tercepat di antara perenang lainnya. (wa2/ida)

Guru PJOK SMPN 1 Bandar, Kabupaten Batang

Baca juga:  Project Based Learning dalam Pembelajaran IPS

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya