alexametrics

Model Pembelajaran Penyingkapan Tumbuhkan Minat Belajar Siswa

Oleh : Wahyam Kodir, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan investasi masa depan. Melalui pendidikan peserta didik belajar mengembangkan potensi yang ada pada dirinya, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan membekali diri untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan di kemudian hari. Peserta didik harus dibekali dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills).

Pembelajaran yang bermutu bagi peserta didik menjadi prioritas utama. Huda, M. (2016:1) menulis bahwa pembelajaran harus berubah. Pembelajaran tradisional yang hanya berfokus pada penguasaan materi tidak dapat digunakan untuk mempersiapkan peserta didik dalam berkompetisi pada masa depan. Guru perlu melakukan inovasi dalam proses pembelajaran untuk menanamkan nilai-nilai penting dalam pembelajaran yang bermutu.

Kenyataan dalam pembelajaran saat ini peserta didik masih menunjukkan rendahnya minat dan keaktifan belajarnya. Dalam pembelajaran saat ini pula minat dan keaktifan merupakan kendala yang sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak. Di samping pembelajaran masih didominasi oleh guru (theacher center) dengan metode-metode lama di antaranya metode ceramah.

Baca juga:  Metode Peer Tutorial Tingkatkan Belajar Senam Lantai

Kondisi ini juga dialami oleh siswa kelas VI SD Negeri Banjarsari, Kandangan, kabupaten Temanggung. Dalam pembelajaran Tema 1: Selamatkan Makhluk Hidup, Subtema 2: Tumbuhan Sahabatku tentang Perkembangbiakan Tumbuhan perlu ditumbuhkan minat belajar siswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk itu penulis mengambil inisiatif melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran yang menarik minat belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dipilih dengan menerapkan model pembelajaran penyingkapan (Discovery Learning). Discovery Learning adalah model mengajar yang dilaksanakan oleh guru dengan cara mengatur proses belajar dengan sedemikian rupa sehingga siswa mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum diketahui dan sebelumnya dengan cara tidak disampaikan terlebih dahulu akan tetapi siswa menemukannya secara mandiri (Daryanto dan Karim, 2017).

Baca juga:  PTM Terbatas IPA Karakteristik Magnet Lebih Bermakna dengan GI Audio Visual

Model pembelajaran ini bertujuan meningkatkan keterampilan rasa percaya diri, membantu proses kognitif dan keterampilan proses, menumbuhkan rasa senang atas keberhasilan menyingkap permasalahan, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif. Pengetahuan yang diperoleh akan mengendap lama dan digunakan dalam kegiatan berpikir yang lebih luas.

Adapun sintaks model pembelajaran ini meliputi : guru memberikan stimulus berupa masalah untuk diamati, disimak melalui kegiatan mengamati, melihat gambar tentang perkembangbiakan tumbuhan. Guru memberikan kesempatan peserta didik mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan dan merumuskan hipotesis. Peserta didik mengumpulkan data/informasi, mengamati obyek untuk menemukan solusi. Peserta didik mengolah data yang diperoleh, mengecek kebenaran hasil belajar pengolahan data dan dengan bimbingan guru membuat kesimpulan bersama.

Baca juga:  Peran Orang Tua dalam Pelaksanaan Pembelajaran Daring

Pembelajaran dengan model ini terbukti dapat meningkatkan motivasi, minat dan keaktifan belajar siswa SD Negeri Banjarsari, Kandangan, Temanggung. Selain itu model pembelajaran ini juga menumbuhkan siswa yang bisa bernalar kritis dan dapat memecahkan permasalahan yang ada dalam kehidupan dengan lingkungannya. (mj/lis)

Guru SDN Banjarsari, Kandangan, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya