alexametrics

Pengenalan Masalah untuk Merangsang Minat Belajar dan Kemampuan Siswa

Oleh : Muji Waluyo Nugroho, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PADA sekolah umum, Pendidikan Agama Islam memiliki tujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, serta pengalaman peserta didik terhadap ajaran Islam, sehingga menjadi muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlaq mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara (Wahyudi dan Lilis, 2017:27). Permasalahan pendidikan jaman sekarang adalah banyaknya peserta didik yang mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar yang ditunjukkan oleh kurangnya motivasi belajar dan rendahnya hasil belajar.

Banyak peserta didik yang mengeluh dan bosan dengan metode pembelajaran yang dipakai dalam kegiatan pembelajaran selama ini. Kegiatan pembelajaran yang dirasakan hanya berpusat pada guru dan ini berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Pembelajaran harusnya bersifat komplek, artinya tidak hanya guru yang terlibat aktif dalam pembelajaran melainkan peserta didik dan guru. Guru dituntut untuk mengembangkan keahlian yang dimiliki dan menyalurkannya pada peseta didik.

Dari gambaran tersebut maka sama dengan apa yang disampaikan Buchari Alma (2008:21) perlu adanya tindakan yang diterapkan dengan harapan siswa akan lebih bisa memahami materi pembelajaran dan meningkatnya motivasi belajar pada siwa.

Baca juga:  Peningkatan Minat Belajar BTIK Menggunakan Wordwall

Berbicara tentang permasalahan di dalam dunia pendidikan ada sebuah model pembelajaran yang mana dalam kegiatan tersebut guru membuat sebuah permasalahan berkaitan dengan suatu materi dan kemudian siswa disuruh untuk melakukan suatu bentuk aktivitas untuk mencari solusi atas permasalahan yang diberikan tersebut. Setidaknya dengan pengaplikasian masalah dalam kegiatan pembelajaran akan menumbuhkan sikap positif dalam diri siwa. Nah model pembelajaran yang dimaksud adalah model pembelajaran problem based learning (PBL).

Menurut Khamdi (2007:77) pembelajaran problem based learning didefinisikan sebagai suatu model pembelajaran yang di dalamnya melibatkan siswa dalam proesnya dan dilakukan dalam rangka usaha pemecahan masalah. Diharapkan dengan penerapakan aplikasi ini siswa akan semakin paham akan suatu materi dan siswa pu bisa lebih terampil dalam memecahkan masalah.

Model pembelajaran Problem based learning memiliki tahapan sebagai berikut : pertama, orientasi siswa terhadap masalah. Pada tahap ini, guru harus menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan agar siswa tahu tujuan utama pembelajaran, kemudian guru memberikan beberapa permasalahan terkait dengan materi yang berhubungan dengan peristiwa kehidupan nyata para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, guru membantu siswa mendefinikan dan mengorganisasikan tugas yang terhubung dengan masalah yang telah diorientsi, misalnya membantu siswa membentuk kelompok kecil, membantu siswa membaca masalah yang ditemukan pada tahapan sebelumnya, kemudian mencoba untuk membuat hipotesis atas masalah yang ditemukan tersebut.

Baca juga:  Memanfaatkan Alam Sekitar sebagai Sumber Belajar

Ketiga, membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Pada tahap ini guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, melaksankan eksperimen, menciptakan dan membagikan ide mereka sendiri untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Keempat, guru membantu siswa dalam menganalisis data yang telah terkumpul dalam tahap sebelumnya, sesuaikan data dengan masalah yang telah dirumuskan kemudian dikelompokkan berdasarkan kategorinya. Karya bisa dibuat dalam bentuk laporan sederhana misalnya video atau bentuk laporan lainnya yang lebih mudah dibuat dan lebih simple.

Kelima, menyajikan dan mengembangkan hasil karya, dalam tahap ini guru memberikan bantuan pada siwa dalam hal perencanaan dan penyajian karya. Dan langkah yang terakhir adalah mengevaluasi dan menganalisa proses pemecahan masalah, dalam tahap ini guru melakukan sebuah usaha untuk membantu para siswa dalam melakukan evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan selama kegiatan pemecahan masalah.

Baca juga:  3M Bagian Cara Hidup Sehat di Masa Pandemi

Pemecahan masalah akan mendobrak dan menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan bagi siswa , dan juga dengan tugas pemecahan masalah ini aktifitas siswa lebih meningkat. Pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning dapat meningkatkan hasil pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti khususnya pada materi akhlaq di SMP Negeri 3 Bulu, serta membuat siswa lebih aktif dan bergairah dalam mengikuti skenario pembelajaran. (ump1/zal)

Guru SMP Negeri 3 Bulu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya