alexametrics

Meningkatkan Hasil Belajar Dzikir dan Doa secara Parodi

Oleh : Mustamiroh, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tidak dapat dipungkiri, hasil belajar yang optimal merupaka tujuan dari proses pembelajaran. Hasil belajar yang optimal menunjukan mutu kelas, mutu guru dan mutu sekolah. Guru dalam proses pembelajaran yang bermutu akan menghasilkan hasil belajar yang bermutu juga. Hasil belajar adalah kemampuan siswa setelah menerima pengalaman belajar.

Menurut Hamalik (2014 : 31) hasil belajar adalah pola perbuatan, nilai, pengetahuan, sikap, apresiasi dan keterampilan. Namun perlu diingat, meskipun tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas dan baik, hasil belajar yang diperoleh belum tentu optimal. Karena hasil yang baik itu dipengaruhi oleh komponen-komponen lain, terutama bagaimana aktivitas siswa sebagai subjek belajar.

Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama faktor internal, yaitu dari dalam diri siswa seperti, minat, bakat, usaha dan motivasi. Kedua, faktor eksternal, yaitu faktor dari luar diri siswa, antara lain lingkungan belajar, lingkungan keluarga, guru dan pelaksanaan pembelajaran.

Baca juga:  Berkenalan dengan Punakawan secara Daring melalui Tepuk

Minat dan motivasi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang dapat guru kondisikan. Bentuk pengondisian itu antara lain dengan menciptakan pembelajaran yang nyaman dan tidak membosankan ketika tercapai suasana kelas yang bahagia, siswa senang belajar di rumah walau tanpa tatap muka, hanya virtual (daring), dan tujuan pembelajaran tercapai mudah dan menyenangkan.
Oleh karena itu penulis sebagai guru PAI di SDN Margomulyo, Kec. Pegandon Kabupaten Kendal mencoba menggunakan strategi mengajar “parodi” dalam mengajar PAI dalam KD “Dzikir dan Doa setelah Salat”. Karena strategi mengajar parodi sengat cocok pada materi-materi yang cenderung hafalan. Guru hanya perlu menyiasati dengan mengubah dalam link lagu.

Parodi dalam pembelajaran merupakan salah satu model pembelajaran yang mudah dan menyenangkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parodi adalah seni atau karya seni yang sengaja meniru gaya dari penulis atau pencipta lain dengan efek mencari kejenakan. Pembelajaran menggunakan parodi lagu membantu siswa mudah mengingat pelajaran melalui lirik berisi informasi pelajaran.

Baca juga:  Nilai Moral Romeo and Juliet sebagai Sumber Belajar Siswa

Penulis sebagai guru PAI di SD Negeri Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal dalam mengajar KD “Dzikir dan Doa setelah Sholat ”, sudah menerapkan parodi dalam pembelajarannya. Ada beberapa langkah strategi parodi dalam pembelajaran tersebut. Pertama, guru dan siswa judul lagu. Kedua, guru dan siswa membuat contoh parodi lagu. Ketiga, guru meminta siswa menulis lagu sederhana dan yang mereka hafal. Keempat, guru meminta siswa mengamati lirik lagu sesuai dengan materi hafalan Dzikir dan Doa.

Parodi kemudian dimasukan dalam video pembelajaran yang dibagikan ke grup WhatsApp kelas. Guru juga meminta siswa membuat video parodi lagu yang kelak di kirim ke WhatsApp pribadi guru. Dengan parodi dalam pembelajaran “Dzikir dan Doa” para siswa SD Negeri Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal lebih semangat belajarnya, khususnya saat menghafal materi Dzikir dan Doa.

Baca juga:  Metode KBM Online Menggunakan Whatsapp Group dan Video Call

Prestasi belajar siswa pun meningkat dengan hasil optimal. Akhirnya penulis menyimpulkan, bahwa dengan pendekatan parodi dalam pembelajaran PAI pada KD “Dzikir dan Doa” ini, memberikan pengaruh positif kepada siswa SD Negeri Margomulyo karena disajikan dalam bentuk lagu. Materi mudah diingat oleh siswa. Pembelajaran ini dapat semua peserta didik dan meningkatkan hasil pemahaman materi Dzikir dan Doa. (ump2/lis)

Guru PAI SDN Margomulyo, Kec. Pegandon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya