alexametrics

Aplikasi WA Kontrol Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Daring Seni Budaya

Oleh: Titik Sudarti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 telah mengubah cara pembelajaran dalam dunia pendidikan. Proses pembelajaran kini dengan sistem hybrid, yaitu luring (onsite) dan daring (online) berjalan secara bersamaan. Hal tersebut membuat banyak guru kesulitan mengontrol keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Suasana belajar juga kurang mendukung bagi para siswa dan guru, serta berimplikasi pada kegiatan belajar siswa yang tidak jelas karena kurang pengawasan dari guru.

Cara belajar berubah total, memaksa guru mencari solusi agar tujuan belajar dan pembelajaran tercapai. Belum lagi adanya faktor penghambat lainnya, seperti mata pelajaran yang menurut siswa sulit atau pelajaran yang dianggap sepele sehingga mereka tidak menyukai pelajaran yang dibawakan oleh guru. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, siswa akan malas belajar, tidak memiliki kompetensi sesuai profil yang diinginkan, dan tidak memiliki nilai yang baik.

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Hasil Belajar Seni Budaya

Tugas guru adalah mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai, menganalisis dan sebagainya. Maka di era digital, disrupsi, dan pandemi ini, guru harus beradaptasi dalam pola pembelajarannya. Berbagai cara dapat dilakukan guru, seperti memanfaatkan aplikasi yang mudah diakses siswa dan guru. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi WhatsApp Group (WAG).

Guru dapat memanfaatkan WAG untuk membuat list pengontrol keaktifan. Sarana mengumpulkan tugas siswa, hingga pelacak pekerjaan siswa dikerjakan sendiri atau menyalin milik temanya. Guru dapat melihat bentuk/corak tulisan siswa, kemudian dibandingkan untuk menghidari copy paste pekerjaan temannya.

Setidaknya guru dapat fokus pada variabel yang dapat dikontrolnya seperti, memastikan siswa menulis dengan tangannya sendiri. Serta menerapkan sistem penilaian tugas berdasarkan waktu pengumpulan. Urutan pengiriman jawaban melalui WAG menentukan skor siswa, yakni siapa yang lebih cepat dalam mengerjakan dan pengumpulan tugas.

Baca juga:  Penerapan Teknologi Pembelajaran SBK pada Era New Normal

Media aplikasi WAG dapat diakses dan digunakan oleh para siswa dan guru dalam pelajaran Seni Budaya kelas IX di SMP Negeri 39 Semarang. WAG membantu proses pembelajaran sebagai alat kontrol keaktifan siswa dalam belajar, tempat mengumpulkan tugas, sarana menjelaskan materi kepada siswa secara virtual face-to-face dengan cara video call dan video call group.

Selain itu, penulis menggunakan sistem penilaian berdasarkan urutan pengumpulan tugas, sehingga siswa dapat berlomba-lomba saling mengumpulkan tugas lebih cepat. Waktu pengiriman tugas menjadi salah satu faktor penentu akumulasi nilai siswa.

Penggunaan metode-metode tersebut menolong penulis mengatasi keterbatasan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Hasilnya, tujuan pembelajaran yang dibuat oleh guru tercapai. Siswa menjadi lebih tertarik belajar Seni Budaya dan tidak mengganggapnya pelajaran yang sepele. Hal ini ditunjukkan siswa yang selalu bertanya pada gurunya mengenai materi dan tugas selanjutnya. Siswa juga lebih mudah dan murah biaya ketika harus mengumpulkan tugas materi pelajaran.

Baca juga:  Saling Berbagi pada Pembelajaran Matematika

Penulis sebagai guru Seni Budaya SMP Negeri 39 Semarang berharap tetap dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki profil pelajar yang pandai, bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan bangsanya sesuai dengan visi dan misi penulis sebagai guru Seni Budaya. (bat1/ida)

Guru Seni Budaya SMP Negeri 39 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya