alexametrics

Terampil Berceramah dengan Media Cerita Bergambar

Oleh: Istiqomah, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Keterampilan berbahasa dalam bahasa Indonesia adalah keterampilan yang mendukung life skill. Keterampilan berbahasa yang dimaksud adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dalam pengertian secara umum kegiatan menyimak adalah kegiatan mendengarkan, berbicara adalah kegiatan mengeluarkan suara dari mulut, membaca yaitu kegiatan membaca lazimnya membaca buku, dan menulis adalah kegiatan dengan tangan untuk menghasilkan sebuah tulisan.

Dalam pada itu keterampilan berceramah termasuk dalam keterampilan berbicara. Keterampilan berceramah termasuk keterampilan berbicara karena kegiatan berceramah ada hubungannnya dengan anggota badan yang bekerja, yaitu mulut. Termasuk keterampilan berbicara yaitu, ceramah, pidato, debat, diskusi, bercerita, dan wawancara.

Keterampilan berceramah merupakan materi pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI IPA dan IPS. Materi ceramah terdapat pada KD 4.6. Mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.

Baca juga:  Edukasi Covid-19 dengan Pemberian Tugas Menggambar Poster

Indikator dari bunyi kompetensi dasar tersebut salah satunya menyampaikan teks ceramah yang telah dibuat dalam bentuk lisan dengan memperhatikan teknik cermah (intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh) yang baik dan sesuai. Berdasarkan indikator tersebut, siswa harus membuat teks ceramah dan menampilkan teks ceramahnya dalam bentuk lisan, di depan kelas. Di SMA N 1 Jetis, pembelajaran tentang materi ceramah dilaksanakan pada semester 1 di kelas XI jurusan IPA dan IPS.

Salah satu keterampilan yang bersifat produktif adalah berbicara karena saat orang berbicara dia akan menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati oleh orang lain. Produk tersebut adalah rasa senang atau rasa membutuhkan terhadap materi yang disampaikan oleh pembicara karena pembicara dapat menyampaikannya dengan baik dan dapat diapahami dengan mudah oleh pendengar. Tentu saja suatu keterampilan produkstif membutuhkan media yang menarik agar siswa berhasil menyelesaikan materi tersebut dengan maksimal.

Baca juga:  Pembelajaran Matematika dengan FCC di Masa Pandemi

Dalam pembelajaran materi ceramah di kelas XI, jurusan IPA dan IPS SMA N 1 Jetis, siswa diperkenalkan dengan media cerita bergambar. Cerita bergambar merupakan sebuah cerita dalam bentuk teks narasi atau kata-kata dan disertai dengan gambar-gambar yang berfungsi sebagai ilustrasi cerita.

Media cerita bergambar yang menarik dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara karena melaui media cerita bergambar siswa mampu merangkai kata-kata sesuai dengan interpretasinya sesuai dengan gambar yang ada. Kata-kata yang terangkai itu, ditulis, kemudian menjadi naskah ceramah yang menarik.

Terdapat empat jenis metode berceramah, yaitu metode impromptu, metode ekstemporan, metode membaca naskah, dan metode menghafal. Dari keempat metode tersebut, bila dihubungkan dengan media berceramah semuanya saling mendukung. Pada metode menghafal, siswa dapat meningkatkan kemampuan berbicaranya dengan menggunakan media cerita bergambar.

Baca juga:  Snowball Throwing Tingkatkan Belajar Kitab-Kitab Allah

Siswa pertama-pertama diperkenalkan dengan cerita bergambar, lalu diminta menuliskan kembali isi cerita bergambar tersebut dalam bentuk teks ceramah sesuai dengan daya tangkap masing-masing. Kemudian setelah naskah ceramah jadi, siswa diminta untuk berceramah di depan kelas, dengan metode menghafal.

Berdasarkan pembelajaran materi ceramah dengan media cerita bergambar, siswa menjadi lebih mampu menguasai materi dan suasana panggung saat berceramah. Siswa merasa tertarik dengan media cerita bergambar karena cerita bergambar mudah dipahami isinya. Dapat dikatakan siswa lebih terampil menyampaikan kemampuan berceramah di depan kelas dengan menggunakan media cerita bergambar. (wa2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Jetis, Kab. Bantul, DIY

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya