alexametrics

Penerapan Nilai Pendidikan Karakter Siswa melalui Keteladanan Guru

Oleh: Zuliati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter merupakan salah satu hal yang diamanatkan dalam penerapan kurikulum 2013. Hal ini dilatarbelakangi dengan maraknya degradasi moral yang terjadi pada generasi muda bangsa Indonesia. Pembangunan karakter bangsa menjadi komitmen seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai realisasi dari komitmen tersebut, disusunlah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 yang menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Merebaknya praktik KKN, pelanggaran norma adat, agama dan peraturan hukum, aksi-aksi kekerasan, pornografi, seks bebas, narkoba, dan berbagai macam penyakit sosial lainnya merupakan permasalahan social yang sering kita jumpai di masyarakat. Hal ini terjadi karena kita gagal menumbuhkembangkan penanaman nilai, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Dalam kurun waktu dekade akhir ini, pembangunan kita cenderung berorientasi pada sesuatu yang bersifat pragmatis dan materialis.

Baca juga:  Melatih Keterampilan Menulis Paragraf dengan Gambar Berseri

Nilai merupakan sesuatu yang memberi makna dalam hidup, memberi acuan, titik tolak dan tujuan hidup. Nilai merupakan sesuatu yang harus dijunjung tinggi, yang mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang. Nilai bukan sekedar keyakinan, akan tetapi nilai selalu menyangkut pola pikir dan tindakan, sehingga terdapat hubungan yang erat antara nilai dan etika. Nilai merupakan suatu prilaku yang diinginkan dan dimanifestasikan dalam kehidupan yang mampu membawa manusia menghadapi kemajemukan dalam masyarakat yang beragam dan penuh perbedaan.

Dalam upaya penerapan pendidikan karakter tersebut, peran guru sangatlah penting. Guru merupakan instrumen utama dalam pendidikan. Ungkapan Jawa mengemukakan makna guru sebagai orang yang patut “di gugu dan di tiru”. Ungkapan ini menyiratkan bahwa segala tingkah laku guru baik itu perbuatan maupun perkataan akan di contoh oleh siswanya. Dari makna itulah keteladanan seorang guru sangat diperlukan dalam rangka mendidik siswa untuk belajar menerapkan nilai pendidikan karakter dalam prilakunya sehari hari.

Baca juga:  Membentuk Karakter Siswa melalui Keteladanan Guru

Sebagai dampak dari masa pandemi, siswa diharuskan belajar secara mandiri dari rumah melalui penugasan yang diberikan kepada guru. Tugas yang diberikan seputar materi dan modul yang terdiri dari beberapa soal yang harus di jawab dan dikumpulkan dalam batas waktu yang di tentukan. Hal ini berlangsung dalam kurun waktu selama hampir dua tahun. Pembelajaran ini berdampak juga terhadap pendidikan karakter siswa. Output yang diharapkan bukan hanya hasil belajar namun juga penerapan nilai karakter yang diamanahkan kurikulum 2013 terutama pada ranah afektif atau sikap dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pembelajaran guru memberikan contoh penerapan pendidikan karakter dengan datang ke kelas tepat waktu, mengajak siswa berdoa dan senantiasa bersyukur, mengajak siswa menjaga kebersihan dan mematuhi tata tertib sekolah. Diluar pembelajaran guru memberikan contoh menjaga kebersihan dengan ikut mengambil sampah yang berserakan di jalan serta membersihkan mushola sebagai tempat ibadah. Guru mengajak siswa bergotong royong membersihkan lingkungan sekolah agar senantiasa bersih dan sehat.

Baca juga:  Pembelajaran Seni Tari di Era Pandemi dengan Blended Learning

Siswa merasa terpanggil dan senang melihat gurunya mau bekerjasama dengan mereka sehingga mereka merasa perlu menerapkan pendidikan karakter dalam kehidupannya sehari – hari agar dapat tercipta kenyamanan, kerukunan, kebersihan dan kedamaian. Siswa belajar untuk disiplin dan menghargai waktu serta lingkungan. Siswa juga bersemangat untuk beribadah karena mushola menjadi indah dan bersih setelah mereka bersihkan dengan bergotong royong.

Berdasarkan hasil wawancara terkait tanggapan siswa terhadap keteladan guru, dapat disimpulkan bahwa melalui keteladan guru pada penerapan nilai pendidikan karakter siswa di SDN Jatisono 1 dapat meningkatkan antusias siswa dalam belajar dan menerapkan pendidikan karakter yang telah dia pelajari. (wa2/zal)

Guru SDN Jatisono 1

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya