alexametrics

Pembelajaran Aritmatika Sosial Menggunakan Komik Digital

Oleh: Azwar Filosofi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN jarak jauh dalam jaringan memerlukan tantangan tersendiri bagi pengajar untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan. Pembelajaran dalam jaringan memerlukan inovasi agar materi yang disampaikan tetap menarik dengan harapan akan mudah di serap oleh peserta didik. Salah satu cara mengajar yang asyik dan menyenangkan adalah dengan memanfaatkan teknologi. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan dalam jaringan, tetapi lebih dari itu, mengajar dalam jaringan ataupun luar jaringan, dan teknologi memiliki peranan penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Pada pembelajaran matematika, kemampuan pemahaman matematika merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh peserta didik, yang memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan kepada siswa bukan hanya hafalan, namun lebih ditekankan pada pemahaman sehingga siswa mengerti konsep materi pembelajaran itu sendiri. Salah satu faktor pendukung dalam pembelajaran adalah media pembelajaran.

Guru, jika dalam pembelajaran menggunakan media alat peraga yang biasa saja kadangkala siswa cenderung tidak tertarik, bahkan siswa cenderung tidak memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru, sehingga pembelajaran menjadi tidak optimal, untuk itu diperlukan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan. Salah satu media pembelajaran yang dimaksud adalah media pembelajaran komik digital, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman matematika siswa melalui media pembelajaran komik digital pada materi aritmatika sosial. Dengan media komik digital, pembelajaran matematika diharapkan akan lebih efektif dan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

Baca juga:  Penggunaan Metode Proyek dalam Mengenal Proses Pertumbuhan Tanaman

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komik adalah cerita bergambar yang terdapat dalam majalah, surat kabar, atau berbentuk buku yang umumnya mudah dicerna dan lucu. Sedangkan pengertian dari digital adalah berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan penomoran. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa komik digital adalah komik yang dibuat tanpa menggunakan proses pencetakan kertas seperti yang biasa ditemui di toko buku, tetapi komik yang dibuat dengan menggunakan perangkat komputer, telepon seluler pintar dan sejenisnya. Dengan tanpa cetak, komik digital lebih ramah lingkungan, dan lebih hemat biaya dengan tanpa biaya cetak juga menjadikan komik digital lebih mudah digandakan dan disebarluaskan dibandingkan komik dalam bentuk cetak kertas. Komik digital pun dapat diakses melalui dalam jaringan maupun luar jaringan.

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Prestasi Pembelajaran IPS di Masa Pandemi

Pembuatan komik digital diawali dengan pembuatan kerangka komik disesuaikan dengan mata pelajaran, materi, dan indikator apa yang akan dibuat komik digital. Selanjutnya adalah membuat jalan cerita, dengan menentukan alur, tokoh, latar belakang, sudut pandang, visualisasi dan material lain yang dibutuhkan. Hal ini yang akan menjadi panduan untuk membuat alur cerita yang utuh dalam komik digital agar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diinginkan. Material dalam komik seperti latar belakang, balon percakapan dan beberapa gambar sederhana biasanya sudah disediakan oleh pembuat perangkat lunak. Gambar lain bisa diperoleh dengan memasukkan gambar dari dokumen pribadi, sedangkan jika hendak mengambil gambar dari mengunduh carilah gambar yang tidak melanggar hak cipta orang lain.

Lebih lanjut material disusun sedemikian rupa sesuai alur yang telah dibuat, dengan menambahkan beberapa kalimat pada balon percakapan dengan tujuan untuk memperkuat dan memberikan penekanan pada materi yang akan disampaikan. Menuju langkah akhir, komik yang telah jadi sebelum disimpan lebih baik dilakukan pemeriksaan akhir apakah perlu ada perbaikan ataukah sudah sesuai, baru dilakukan proses simpan. Usahakan dalam pembuatan komik tidak terlalu memakan banyak halaman agar peserta didik tidak jenuh membacanya.

Baca juga:  Model PBL Berbantuan Media Animasi Meningkatkan Keaktifan Siswa

Komik yang telah jadi tinggal dibagikan melalui media sosial yang biasa digunakan dalam pembelajaran, jika hendak dicetak dengan tujuan sebagai arsip pribadi juga memungkinkan. Komik digital dapat dikembangkan dalam jaringan maupun luar jaringan, menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan sarana dan pra sarana yang ada. Bagi guru, komik dapat dijadikan sebagai salah satu alat pengembangan diri dan membantu mempermudah dalam pembelajaran. Sedangkan bagi siswa, belajar dengan media visual yang menarik, mempermudah penalaran dan pemahaman, dengan harapan dapat membantu memecahkan salah satu masalah dalam belajar. Seperti yang diterapkan di SMPN 3 Kademan Batang. (wa2/zal)

Guru SMPN 3 Kandeman Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya