alexametrics

Menceritakan Kembali Dongeng Binatang melalui TPS dengan Percaya Diri

Oleh : Kusmiati Andraeny, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mendengarkan dongeng tentu sangat mengasyikkan, terutama untuk anak-anak usia SD. Dongeng selalu ditunggu-tunggu karena banyak cerita unik, menarik, lucu, dan menghibur anak-anak. Apalagi dongeng tentang binatang pasti sangat menyenangkan. Dongeng bisa dilakukan di awal pembelajaran sebagai motivasi anak-anak dalam belajar, bisa juga di sela-sela pembelajaran agar pikiran tenang, senang dan segar kembali.

Tetapi ketika anak-anak diberi tugas menceritakan kembali dongeng yang sudah didengar seperti dalam KD 4.8 Menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel) yang menggambarkan sikap hidup rukun, yang telah dibaca secara nyaring sebagai bentuk ungkapan diri, masih banyak anak-anak yang kurang percaya diri dalam melakukannya.

Hal ini juga terjadi pada siswa kelas II di SDN Karanggeneng 01 Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang. Banyaknya siswa yang kurang percaya diri dalam meceritakan kembali dongeng yang sudah didengar karena guru menggunakan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Maka dari itu, penulis mencoba model pembelajaran TPS (Think Pair Share).

Baca juga:  Belajar PAIBP Lebih Menyenangkan dengan PAIKEM Gembrot

Menurut M. Sunita (2014: 62), TPS (Think Pair Share) merupakan model pembelajaran dimana peserta didik berpikir secara mandiri tentang permasalahan yang diberikan oleh guru kemudian diskusi dengan pasangan dan membagikan hasil diskusi tersebut kepada teman di kelas.

Ciri utama pada model pembelajaran TPS (Think Pair Share) adalah pada tiga langkah utama yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, yaitu think (berpikir secara individu), pair (berpasangan dengan teman sebangku), dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas).

Setelah penulis menggunakan model pembelajaran TPS (Think Pair Share) untuk menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel), suasana kelas terasa hidup, seluruh siswa aktif berpartisipasi dalam kelompoknya sehingga rasa percaya diri untuk mendongeng di depan kelas sudah mulai terlihat. Sebagian besar siswa sudah tidak malu dan berani untuk menceritakan kembali dongeng yang sudah mereka dengar.

Baca juga:  Membuat Karangan Narasi dengan Bertukar Cerita Teman

Langkah-langkah model pembelajaran TPS (Think Pair Share) adalah sebagai berikut: pertama, siswa menyimak dongeng binatang (fabel) yang dibacakan guru. Kedua, guru memberikan pertanyaan tentang dongeng binatang (fabel) yang sudah dibacakan. Ketiga, siswa diberi waktu untuk berpikir memperoleh jawaban dari pertanyaan guru terkait dongeng binatang (fabel). Keempat, Siswa diminta untuk berpasangan dengan teman sebangkunya. Kelima, setiap pasangan berdiskusi untuk menemukan informasi dari dongeng binatang (fabel).

Keenam, setiap pasangan menuliskan informasi yang mereka temukan dari dongeng binatang (fabel). Ketujuh, siswa menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dalam hal ini adalah menceritakan kembali dongeng binatang (fabel) secara lisan. Kedelapan, guru memberikan kesimpulan hasil diskusi yang sudah ditampilkan untuk menceritakan kembali dongeng binatang (fabel), meluruskan isi cerita dongeng binatang (fabel) dengan memberi penguatan jawaban yang benar.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar PAIBP melalui Metode Card Sort

Dari model pembelajaran TPS (Think Pair Share) untuk menceritakan kembali teks dongeng binatang (fabel), penulis dapat menyimpulkan bahwa siswa semakin aktif, berani, dan percaya diri untuk tampil menceritakan dongeng (fabel) di depan kelas. Semua siswa tampak bergembira mengikuti proses pembelajaran. Suasana belajar lebih menyenangkan dan hasil belajar siswa meningkat. (wa2/ton)

Guru SDN Karanggeneng 01, Kec. Kandeman, Kab. Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya