alexametrics

Keefektifan Budaya Literasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN berperan penting dalam kehidupan manusia. Karena pada hakikatnya, pendidikan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk membentuk manusia seutuhnya dan menjadikan manusia memiliki kualitas yang lebih baik seperti halnya dari yang mulanya tidak tahu menjadi tahu. Berawal dari pendidikan yang berkualitaslah suatu bangsa menjadi maju.

Suatu bangsa akan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dengan adanya pendidikan yang baik. Usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang ditujukan pada pendewasaan anak, dan atau lebih tepatnya membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri merupakan pendidikan. Sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, bertanggung jawab, terampil, produktif dan berbudi pekerti luhur dapat dilahirkan melalui pendidikan.

Menurut Saputro (2014) Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia dalam arti mengaktualisasikan semua potensi yang dimilikinya menjadi kemampuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Proses belajar mengajar merupakan inti dari pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan yang utama. Proses belajar mengajar dapat dikatakan berhasil apabila materi yang ditunjang oleh sarana prasarana belajar memadai serta metode atau model pembelajaran efektif.

Baca juga:  Model Guru Kunjung Pelengkap Masa Pandemi Dapat Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Dari hasil wawancara yang dilaksanakan kepada guru kelas V dan sebagian siswa SD Negeri Penangkan Kabupaten Batang ditemukan bahwa terdapat permasalahan-permasalahan yang timbul berkaitan dengan pembelajaran yang ada dikelas V yakni, motivasi belajar siswa kurang ditandai dengan perolehan ulangan harian siswa masih dibawah KKM yang ditetapkan yaitu 70, pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif, minimnya ketersediaan referensi buku yang ada di perpustakaan sekolah sehingga siswa tidak dapat memperdalam materi yang diberikan guru, dan yang terakhir tingkat pemahaman siswa masih kurang karena rata-rata anak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain bukan belajar.

Berdasarkan latar belakang yang telah digambarkan diatas, permasalahan yang mendominasi adalah “motivasi belajar siswa kurang ditandai dengan hasil ulangan siswa yang masih dibawah KKM”. Maka dari itu diperlukan solusi sesuai pembelajaran siswa tersebut yaitu penggalakan secara serius Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang nantinya akan bermanfaat untuk menumbuhkan kembali motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri Penangkan Kabupaten Batang.

Baca juga:  Pendekatan Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai”

Dalam pelaksanaan budaya literasi dikelas tersebut diketahui bahwa pelaksanaan budaya literasi 15 menit sebelum pembelajaran dimulai di kelas dilakukan dengan baik meskipun bersamaan dengan adanya pembiasaan pembacaan asma’ul husna bersama di sekolah namun tidak menjadi penghalang keduanya dapat berjalan beriringan. Sumber dan variasi buku yang disediakan dalam kegiatan literasi ini juga beragam yang bersumber dari dana BOS dan juga infaq buku oleh siswa.

Baca juga:  Tingkatkan Budaya Literasi Belajar IPS melalui Media Kliping

Adapun jenis buku meliputi fiksi, pengetahuan alam, sosial, kebudayaan, teknologi, dll. Kegiatan infaq buku sendiri sudah diterapkan di SD Negeri Penangkan Kabupaten Batang sejak tahun 2019. Dengan penjelasan bahwa buku yang sudah diinfaqkan oleh siswa menjadi bahan bacaan bersama, siapapun boleh membacanya. Hal tersebut membuat siswa dikelas tertarik serta menjadi aktif membaca. Siswa antusias mengikuti budaya literasi yang diterapkan dan mengikuti arahan dari guru.

Dari pembahasan di atas diketahui bahwa motivasi belajar siswa di SDN Penangkan Kabupaten Baang sudah baik dibuktikan dengan terlaksana tahapan pembelajaran yang baik dibarengi dengan antusiasme siswa untuk mengikutinya. Diantara faktor penyebab motivasi belajar siswa yang baik adalah budaya literasi sekolah yang berjalan dengan optimal. Efektifitas budaya literasi juga didukung dari berbagai faktor dari diri siswa itu sendiri maupun peran guru dalam mengarahkan dan memberi motivasi. (wa2/zal)

Guru SDN Penangkan, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya