alexametrics

Tingkatkan Keterampilan Berbicara Peserta Didik dengan Bermain Peran

Oleh: Wisnu Adhi Prabowo, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DAMPAK pandemi yang paling terasa dalam dunia pendidikan adalah kompetensi peserta didik yang menurun sebagai akibat kurang maksimalnya pembelajaran dengan metode daring. Berbagai usaha pastinya telah dilakukan guru selama pembelajaran daring, namun tidak dapat kita pungkiri hasilnya tetap kurang maksimal. Terutama kompetensi bersifat praktis yang mengalami penurunan paling signifikan. Oleh karena itu, ketika sudah mulai diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatapmuka, kita harus memahami apa saja yang perlu segera kita perbaiki.

Salah satu kompetensi penting yang mengalami penurunan cukup parah selama pandemi yaitu keterampilan berbahasa. Padahal, keterampilan berbahasa merupakan faktor penting dalam proses transfer ilmu dan opini dari guru kepada peserta didik maupun sebaliknya. Sejalan dengan pendapat (Tarigan, 2015: 1), bahwa setiap keterampilan berbahasa saling berhubungan erat. Dalam memeroleh keterampilan berbahasa, kita melalui suatu hubungan yang teratur: kita belajar menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu membaca kemudian menulis. Keempatnya merupakan catur tunggal. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya, semakin terampil seseorang berbahasa, semakin jelas pula pemikirannya. Keterampilan hanya dapat dikuasai dengan jalan praktek dan latihan.

Baca juga:  Trik Hadapi Proses Gaya Belajar Siswa Kinestetik

Dari empat keterampilan berbahasa tersebut, keterampilan berbicara merupakan keterampilan yang paling dibutuhkan dalam komunikasi efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat (Greene & Petty, 1971 : 39-40), “speaking is language” yang dapat dimaknai bahwa berbicara adalah bahasa itu sendiri. Maka sudah jelas bahwa meningkatkan keterampilan berbicara dari peserta didik menjadi hal yang harus diutamakan. Lantas pertanyaannya, bagaimana cara yang efektif untuk melakukan hal tersebut?

Meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti instruksi langsung, menonton video, maupun membaca buku referensi, akan tetapi menurut penulis cara tersebut sudah terlalu sering dan bisa dibilang mudah menimbulkan rasa bosan peserta didik. Maka dari itu, penulis yakin salah satu cara yang dapat dijadikan alternatif adalah dengan metode role playing atau bermain peran.

Baca juga:  Mudahnya Mencari Bilangan Prima dengan Saringan Eratosthenes

Metode role playing atau bermain peran memiliki banyak kelebihan dibandingkan metode lain, antara lain: peserta didik bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh, metode fleksibel sehingga dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda, guru dapat mengevaluasi pengalaman peserta didik melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan, berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan peserta didik, sangat menarik bagi peserta didik sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias, serta dapat membantu peserta didik menghayati peristiwa yang berlangsung dengan mudah untuk kemudian memetik hikmah yang terkandung di dalamnya dengan penghayatan masing-masing.

Adapun langkah-langkah pembelajaran keterampilan berbicara dengan metode role playing adalah sebagai berikut : guru menyusun skenario yang akan ditampilkan, menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut minimal 2 hari sebelum KBM, guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya sesuai peran yang ada, memberi apersepsi dan motivasi, memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai, memanggil siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario, masing-masing siswa duduk di kelompoknya sambil memerhatikan skenario yang diperagakan, setelah dipentaskan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas pementasan, masing-masing kelompok menyampaikan kesimpulannya, guru memberikan kesimpulan secara umum, evaluasi, penutup.

Baca juga:  Jaga Kondusivitas, Kapolres Batang Jaga Sinergitas dengan Media

Setelah terbiasa bermain peran dalam sebuah drama, secara tidak sadar peserta didik mendapat penggetahuan baru sekaligus belajar meningkatkan keterampilan berbicara yang mereka miliki. Artinya ada tiga manfaat yang kita peroleh dengan hanya satu kegiatan. Ibarat peribahasa satu kali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Sungguh, metode role playing adalah metode efektif yang patut anda coba. Seperti yang diterapkan di SDN Botolambat 02, Batang. (bat1/zal)

Guru SDN Botolambat 02, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya