alexametrics

Sticky Notes, Aktifkan Belajar Nilai-Nilai Sila Pancasila

Oleh : Ngateman, S.Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara dengan komitmen kuat dan konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Fatma,2014 : 13). Pembelajaran PPKn merupakan aktualisasi kurikulum yang menuntut keaktifan guru dalam menciptakan dan menumbuhkan kegiatan siswa. Sayang, dalam proses pembelajaran PPKn, guru sering mengalami hambatan. Diantaranya rendahnya motivasi belajar, kurang interaksi pembelajaran baik antara siswa dengan guru maupun antar siswa serta kurangnya keberanian siswa dalam menjawab pertanyaan atau mengajukan pertanyaan saat berdiskusi.

Selama ini Materi PPKn sering disampaikan dengan ceramah atau cerita membuat guru lelah dan siswa mengantuk serta kurang memahami materi. Sehingga menjadi tugas guru untuk memberikan solusi menyelesaikan permasalahan tersebut. Melalui penggunaan model, metode ataupun media yang sesuai dengan karakteristik siswa dan topik. Media pembelajaran tepat akan menentukan keberhasilan suatu pembelajaran.

Baca juga:  Memanfaatkan Media Sosial YouTube dalam Pembelajaran Prakarya

Salah satu solusinya dengan menggunakan media sticky notes seperti yang diterapkan di SDN Demaan kelas 6 pada pembelajaran PPKn materi penerapan nilai-nilai sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Andrian (2017: 110) mengatakan sticky notes merupakan potongan kertas berukuran kecil dengan berbagai macam warna dan terdapat strip lem di bagian atasnya. Sticky notes dapat digunakan dalam pembelajaran agar siswa mudah mengungkapkan pendapat, berani menuangkan ide, melatih berpikir kritis dan menguasai konsep materi pelajaran.

Penggunaan sticky notes bisa digabungkan dengan diskusi berkelompok. Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok. Kelompok sila 1 sampai dengan kelompok sila 5 atau kelompok bintang sampai kelompok padi dan kapas. Masing-masing kelompok diberikan kertas sticky notes sejumlah anggota kelompok. Mereka dapat membuat contoh sikap-sikap sesuai dengan penerapan nilai-nilai sila Pancasila. Siswa dapat dengan mudah dan bebas mengungkapkan pendapat, menuangkan idenya dengan menuliskan pada kertas sticky notes dan tidak boleh sama dengan pendapat temannya.

Baca juga:  Menghafal Negara ASEAN dengan Mnemonik

Dalam hal ini tidak satupun siswa duduk, diam, ataupun bermain. Semua aktif untuk berpikir mencari contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hasil tulisan kemudian ditempelkan pada kertas karton untuk kemudian ditempelkan di papan tulis. Hasil masing- masing kelompok di pajang di depan untuk dipresentasikan secara klasikal. Semua anak aktif mengikuti diskusi untuk saling memberikan alasan dari jawaban masing-masing. Guru bertindak sebagai moderator dan narasumber.

Kelompok dengan jawaban sempurna yaitu kelompok yang sesuai antara contoh perbuatan nilai-nilai masing-masing sila dalam Pancasila. Bagi kelompok yang menjawab sempurna diberikan penghargaan berupa tanda bintang, nilai atau sesuatu. Siswa merasa puas karena dihargai untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran serta dapat mengungkapkan pemikirannya.

Baca juga:  Permainan Congklak Meningkatkan Pemahaman KPK Suatu Bilangan

Media sticky notes dapat membangun komunikasi dua arah. Dari guru ke siswa dan dapat menimbulkan suasana interaktif dalam pembelajaran. Proses pembelajaran menjadi aktif, minat siswa tinggi serta tetap berkonsentrasi pada materi pelajaran. (ump1/fth)

Guru SDN Demaan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya