alexametrics

Mix and Match Metode Pembelajaran Sesuai Karakteristik Peserta Didik

Oleh: Puji Rahayu, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Negara Indonesia sedang dihadapkan dengan keberadaan pandemi covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir. Meskipun mengalami pasang surut indeks data sebaran covid-19 sejak Maret 2020 hingga sekarang, hal ini jelas berdampak dalam berbagai aspek kehidupan. Sektor yang terdampak antara lain ekonomi, sosial, politik, kesehatan, dan dunia pendidikan. Pemerintah telah berusaha untuk menanggulangi wabah ini agar bisa segera diatasi. Tetapi pandemi ini terus berkelanjutan, dikarenakan varian virus yang bermutasi dengan cepat.

Dampak besar yang bangsa ini rasakan salah satunya adalah di bidang pendidikan. Saat ini, peserta didik tidak dapat mengikuti proses kegiatan pembelajaran di sekolah secara efektif, dikarenakan pemerintah harus mengambil tindakan untuk segera merubah mekanisme sistem pembelajaran dari pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran jarak jauh.

Secara umum, terdapat tiga jenjang pendidikan formal, yaitu, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. Masing-masing peserta didik yang berada pada ke tiga fase jenjang pendidikan tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Di mana pada fase pertama peserta didik masih senang bermain, bergerak, dan melakukan suatu kegiatan secara langsung (dikutip dari https://ajrin05.blogspot.com/2016/03/teori-pendidikan-sd.html).

Baca juga:  Audio Visual Tingkatkan Hasil Pembelajaran Aktivitas Ritmik

Hal ini tentu merupakan kendala yang amat berarti dalam penerapan sistem pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Apabila dikerucutkan, akan sampai kepada karakteristik peserta didik yang beranekaragam dalam suatu kelompok belajar. Guru akan dihadapkan dengan tantangan besar dalam mengelola kelasnya, agar pokok-pokok dalam tujuan pembelajaran dapat tercapai maksimal.

Terdapat beberapa karakteristik peserta didik dalam satu kelompok belajar, dan hal ini ditemukan pada hampir seluruh satuan pendidikan. Mereka yang memiliki antusiasme dalam sistem pembelajaran jarak jauh tentu saja tidak mengalami kendala untuk tetap mengikuti pembelajaran yang disediakan oleh guru mereka.

Begitupun dengan beberapa peserta didik yang merasa biasa-biasa saja dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Mereka masih dapat terpantau dan menyesuaikan diri. Tetapi, tidak sama halnya dengan peserta didik yang tidak peduli, masa bodoh, dan acuh. Tentu saja, guru harus bersikap bijak dalam menentukan metode pembelajaran untuk masing-masing karakter peserta didik tersebut.

Baca juga:  Media Animasi Bikin Belajar PAI Makin Asyik

Dalam kurun waktu belakangan ini, metode penugasan adalah hal yang popular digunakan. Akibatnya, peserta didik kerap merasa bosan dan tidak bersemangat serta jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Sehingga berakibat pada rendahnya daya serap terhadap pembelajaran yang disampaikan. Masalah yang terurai di atas juga terjadi di SD Negeri Wonorejo. Sehingga penulis merasa perlu mengombinasikan (mix and match) metode pembelajaran sesuai dengan karakter peserta didik. Beberapa metode yang digunakan di antaranya: Project Based Learning, Daring Method, Luring Method, Home Visit Method, dan Blended Learning.

Peserta didik yang tampak antusias dan mudah beradaptasi dan yang cenderung biasa-biasa saja. Tidak terlalu antusias, tetapi tetap mampu mengikuti pembelajaran dapat menggunakan metode pertama dan kedua. Di mana dengan kedua metode pembelajaran tersebut, mereka dapat memperoleh kualitas belajar yang memadai, dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang mereka dapatkan. Misalnya, melalui Daring Method mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi pendidikan dari berbagai macam platform. Sedangkan peserta didik dengan kecenderungan mengabaikan pembelajaran daring dapat diatasi dengan menggunakan metode ketiga, keempat, dan kelima. Tentu saja, seluruh kegiatan penerapan metode pembelajaran tersebut di atas dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. (kd/aro)

Baca juga:  Pembelajaran Daring dan Permasalahannya

Guru Kelas 5 SD Negeri Wonorejo, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya