alexametrics

Mengasah Kompetensi Literasi Digital Siswa

Oleh : Sri Walji Hasthanti, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pemerintah sekarang mulai gencar mengkampanyekan gerakan sadar literasi. Seiring perkembangan teknologi, siswa maupun guru dituntut mampu beradaptasi. Informasi beredar begitu cepat dan dapat diperoleh dengan perkembangan teknologi. Salah satunya melalui literasi digital.

Literasi digital secara sederhana diartikan sebagai kecakapan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai tipe format sumber-sumber informasi yang lebih luas dan mampu ditampilkan melalui perangkat komputer. Kemampuan literasi digital menjadikan seseorang mampu mentransformasikan kegiatan melalui penggunaan perangkat teknologi digital.

Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Dengan literasi digital, baik guru maupun siswa dapat menemukan dan menggunakan informasi sebagai input pemikiran, dan menyebarluaskan informasi.

Baca juga:  Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi PJJ Alat Pembayaran Nontunai

Media digital memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai informasi dengan cepat, mempermudah interaksi, berkomunikasi, dan menjalankan usaha. Literasi digital diharapkan menjadi jawaban agar seseorang mampu membaca situasi dengan baik, mengeksplorasi pengetahuan lebih jauh, dan mentransformasikan menjadi pengetahuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan kemajuan teknologi memungkinkan mendapatkan informasi ataupun ilmu pengetahuan dengan mudah dari berbagai media.

Pandemi Covid-19 ternyata membuat siswa dan guru memiliki kecakapan literasi digital. Hampir semua kegiatan dialihkan secara daring. Otomatis semua kalangan menggunakan media digital untuk melanjutkan kehidupan. Dengan memiliki kecakapan literasi digital guru maupun siswa dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Artinya, guru dapat menciptakan, mengkomunikasikan, dan mengkolaborasi teknologi secara efektif untuk pembelajaran. Termasuk kesadaran dan berpikir kritis.

Baca juga:  Penerapan Metode Home Visit pada Masa Pandemi Covid 19

Pandemi mengubah berbagai kebiasaan termasuk bidang pendidikan. Demi mengurangi penularan Covid, pembelajaran dilakukan secara daring. Hal ini menuntut guru dan pelajar memiliki kemampuan literasi digital untuk memudahkan pembelajaran. Sebagai contoh kemampuan dasar agar dapat berpartisipasi pada kegiatan pembelajaran daring secara efektif. Selain itu literasi digital berperan penting mengefektifkan interaksi dan komunikasi selama pembelajaran.

Literasi digital berimbas kepada orang tua agar kreativitas menemani anaknya belajar di rumah. Agar anak tertarik bermain sambil belajar. Tentu kegiatan ini lebih menyenangkan karena bermain bisa menghilangkan rasa bosan terhadap aktivitas belajar. Terlebih kebiasaan anak bermain gawai sulit dihilangkan. Untuk mengubah kebiasaan itu perlu pendampingan orang tua. Melalui literasi digital anak dapat diajarkan memanfaatkan berbagai aplikasi smartphone.

Baca juga:  Belajar Gerak Berirama Asyik dengan Metode PBL

Literasi tidak hanya diartikan sebagai membaca dan menulis. Melainkan kemampuan mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif, dan mengkomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai permasalahan. Literasi digital memiliki peran penting selama pembelajaran daring. Daring menjadi efektif, memudahkan mencari dan mengolah informasi, serta mempermudah kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi selama pandemi mendorong peningkatan literasi digital yang menghasilkan kebiasaan baru dalam proses pembelajaran di masa mendatang. (ump1/fth)

Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya