alexametrics

Generasiku Tentukan Kualitasmu

Oleh : Philipus Kristanto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan saat ini sedang menunggu para generasi yang akan berlaga dalam menentukan nasib, harapan, sekaligus cita-cita dan tujuan hidup untuk meneruskan pembangunan bangsa. Generasi yang memiliki kemampuan sumber daya yang produktif, tepat dan langsung mendapatkan pekerjaan yang layak. Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah ditutup 28 Februari 2022. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah membuka pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 29 Maret 2022 sampai dengan 15 April 2022 bagi yang tidak lulus jalur SNMPTN pada 2020, 2021, dan 2022.

Masalah struktural kependudukan dan perekonomian tetap menjadi kendala utama dalam usaha peningkatan kesempatan kerja. Karena itu penanganan masalah ini kiranya tetap menjadi perhatian sentral. Ada beberapa masalah mendasar struktural yang secara langsung mempengaruhi peningkatan kesempatan kerja.

Pertama, menyangkut kebijaksanaan kependudukan. Berbagai program yang ditujukan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk terbukti telah berhasil. Pada periode 2000-2010 pertumbuhan penduduk di Indonesia mencapai 1,49 persen per tahun. Pada periode 2010-2020, angka tersebut menurun menjadi 1,25 persen per tahun, terjadi perlambatan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,24 poin (Berita Resmi Statistik Hasil Sensus Penduduk 2020, BPS). Keberhasilan menekan laju pertumbuhan tersebut membawa peningkatan persentase penduduk usia produktif (15-60 tahun) sejak 1971. Pada 1971 proporsi penduduk usia produktif sebesar 53,39 persen dari total populasi dan meningkat menjadi 70,72 persen di 2020.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Bertanya pada Pembelajaran di Masa Pandemi

Kedua, berkaitan dengan penyebaran penduduk antara Pulau Jawa dan di luar Jawa. Meskipun terdapat tanda-tanda berkurangnya proporsi jumlah penduduk yang berdiam di Pulau Jawa dibanding dengan luar Jawa, laju pengurangan relatif sangat kecil sehingga ketimpangan penyebaran penduduk ini masih tetap merupakan masalah utama. Pada 1990 sebesar 60 persen, 1998 menjadi 59 persen, dan 2020 sebesar 56,10 persen. Timpangnya penyebaran jumlah penduduk ini mengakibatkan terjadinya penyebaran tenaga kerja yang tidak merata. Sementara Pulau Jawa-Madura kelebihan tenaga kerja, wilayah lain masih memerlukan tenaga kerja, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Ketiga, menyangkut kualitas tenagakerja. Jika kualitas dilihat dari tingkat pendidikan yang dicapai, pada Februari 2021 angkatan kerja Indonesia sebanyak 139,81 juta orang. (Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Febuari 2021, BPS). Sedangkan yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang, berpendidikan SD ke bawah sebesar 37,41 persen, berpendidikan SMP sebesar 18,54 persen, berpendidikan SMA sederajat sebesar 31,13 persen, sedangkan 12,92 persen berpendidikan diploma/perguruan tinggi.

Baca juga:  Implementasi Keterampilan Teknik dalam Bertanam Hidroponik

Keempat, berkaitan dengan adanya kesenjangan antara program pendidikan dengan arah pembangunan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin tingginya pendidikan semakin kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Tingkat pengangguran SLTA umum sekitar 26,36 persen, pada Februari 2021, disusul SLTA kejuruan 23,89 persen dan diploma/sarjana 14,34 persen. Pada 1990, tingkat pengangguran sarjana paling tinggi 10 persen, menjelang milenium baru 1998, tingkat pengangguran angkatan kerja berpendidikan diploma dan universitas mencapai 12 persen.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa di satu pihak kebutuhan tenaga kerja terampil golongan menengah dan keahlian sarjana masih belum teratasi sementara penawaran kelas tenaga kerja tersebut justru berlebih. Besar kemungkinan ini disebabkan adanya gap yang serius antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Karena itu sangat mendesak perencanaan tenagakerja yang mengaitkan dunia pendidikan dan pasar kerja.

Baca juga:  Penggunaan Google Form dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

Upaya yang mendasar juga harus dilakukan oleh generasi yang saat ini sedang memilih perguruan tinggi sekaligus jurusan yang tepat. Bidang studi dipilih yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan kepribadian. Hal yang perlu dilakukan adalah eksplorasi diri dan berkomitmen untuk menekuni sampai lulus, bisa berkarir dan bekerja di bidang ini.

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini selain instrumen kebijakan makro, juga membutuhkan adanya perencanaan ketenagakerjaan yang komprehensif dan integral antara struktur pasar kerja, peningkatan pendidikan dan pelatihan serta instrumen kebijakan di sektor ekonomi dan keuangan. Perencanaan tenaga kerja memuat perkiraan kebutuhan tenaga kerja untuk berbagai sektor, waktu dan keahlian tertentu. serta memuat strategi, cara dan langkah-langkah pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, baik melalui sistim pendidikan maupun melalui program-program latihan.

Penguasaan dan penerapan teknologi dan ilmu pengetahuan adalah tidak terelakkan. Ini hanya mungkin terwujud jika tenaga memiliki basis kognitif dan skill di bidang teknologi yang memadai. (ump1/ton)

Statistisi Ahli di Badan Pusat Statistik Kota Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya