alexametrics

Belajar Unsur-Unsur Lingkaran dengan Bermain Puzzle

Oleh : Dwi Nooris Sa’adah, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika dianggap pelajaran sulit karena berhubungan dengan angka, rumus dan hitung-menghitung. Siswa akhirnya enggan mempelajarinya dan tidak tertarik sebelum mencobanya.

Banyak benda di lingkungan peserta didik berbentuk lingkaran. Lingkaran merupakan salah satu bangun datar dengan memiliki unsur-unsur yang membentuknya. Sebuah lingkaran terdiri dari beberapa unsur bagian pembentuknya. Unsur lingkaran yaitu titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, juring, apotema, sudut pusat, dan sudut keliling lingkaran. Unsur lingkaran merupakan hal yang abstrak bagi peserta didik. Mereka sulit memahami, menyebutkan dan membedakan unsur-unsur tersebut. Dari uraian tersebut, guru dituntut menemukan metode dengan media pembelajaran yang dapat membuat peserta didik tertarik pada mata pelajaran matematika khususnya unsur-unsur lingkaran.

Baca juga:  Kurangnya Waktu Pembelajaran IPA SD di Masa Pandemi

Bermain merupakan dunia anak. Paul Ginnis (2008: 214) ada banyak manfaat permainan sebagai metode pembelajaran. Yakni menciptakan hubungan kerja fleksibel antara peserta didik, memecahkan kebekuan antara siswa dan guru, meningkatkan atau menurunkan level energi, memfokuskan ulang perhatian dan melatih berbagai kecakapan berpikir tanpa susah payah.

Pada usia sekolah dasar, peserta didik diharapkan dapat menguasai berbagai konsep. Pengetahuan konsep baru akan jauh lebih mudah diperoleh dengan kegiatan bermain. Saat peserta didik asyik bermain, tanpa disadari ternyata mereka sudah banyak belajar. Salah satu permainan edukatif adalah puzzle. Menurut Soebachman (2012) permainan puzzle adalah permainan terdiri atas kepingan dari satu gambar tertentu yang dapat melatih kreativitas, keteraturan, dan tingkat konsentrasi.

Baca juga:  Literasi Digital, Mengikis Budaya Malu Bertanya di Kelas

Puzzle rakitan yang digunakan guru berbentuk lingkaran. Dipotong-potong menjadi beberapa unsur dengan setiap unsur puzzle dibuat berbeda warna. Agar saat digabungkan kembali, peserta didik dapat mengetahui perbedaan setiap unsur lingkarannya.

Penerapan permainan puzzle terdapat beberapa langkah. Pertama, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Kedua, setiap kelompok mendapat potongan puzzle. Ketiga, setiap kelompok harus menggabungkan potongan-potongan puzzle menjadi satu lingkaran utuh. Setiap peserta didik harus berkontribusi dan saling bekerja sama. Dalam menggabungkan potongan puzzle, ada batasan waktu. Setiap kelompok harus saling berlomba-lomba dengan cepat. Kelompok tercepat dan benar pemenang.

Ketiga setelah semua kelompok selesai menggabungkan potongan puzzle, guru meneliti dan mengevaluasi hasil setiap kelompok. Setelah itu, Guru mengaitkan potongan-potongan puzzle dengan materi unsur-unsur lingkaran. Guru menunjukkan potongan puzzle sesuai unsur lingkaran. Untuk mengetahui seberapa paham peserta didik akan unsur lingkaran, guru memberi soal secara lisan lalu peserta didik diminta menunjukkan potongan puzzle sesuai nama unsur lingkaran.

Baca juga:  Pembelajaran Sistem Gerak dengan Picture and Picture melalui Media Whatsapp

Dengan bermain puzzle lingkaran, matematika terasa mengasyikkan. Peserta didik antusias, tertarik dan bersemangat. Peserta didik bersemangat bekerja sama menggabungkan puzzle. Siswa berlomba-lomba menang. Tanpa mereka sadari, potongan yang digabungkan adalah unsur lingkaran. Dengan bermain, peserta didik mendapat pengetahuan. Melalui bermain puzzle berwarna-warni, siswa SDN Jati 1 kelas 6 mampu mengidentifikasi unsur-unsur lingkaran dengan benar. (ump1/fth)

Guru SDN Jati 1 Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya