alexametrics

Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar dengan Pendekatan Kontekstual

Oleh: Tri Rejeki, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BANGUN ruang sisi datar salah satu kompetensi dasar yang harus diajarkan pada siswa sekolah menengah pertama. Bangun ruang sisi datar merupakan model bangun yang terdiri kubus, balok, limas, dan prisma masing-masing memiliki 2 macam model, yaitu kerangka dan luas (Sudibyo, 2010). Bentuk bangun ruang sisi datar terdapat di lingkungan siswa.

Akan tetapi siswa merasa kesulitan memahami materi bangun ruang sisi datar karena merasa abstrak. Beberapa siswa SMP Negeri 3 Kaliwungu mengalami kesulitan mengerjakan soal bangun ruang sisi datar. Hasil belajar bangun ruang sisi datar kemampuan siswa masih rendah yang tuntas berdasarkan kriteria ketuntasan minimal. Hal tersebut karena siswa belum mampunyai pemahaman nyata tentang bangun ruang sisi datar. Padahal materi bangun ruang sisi datar harus dipahami siswa.

Mata pelajaran Matematika khususnya materi bangun ruang sisi datar sangat erat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dikarenakan bangun ruang sisi datar ada dalam kehidupan sehari-hari. Benda-benda di lingkungan siswa berupa bangun ruang sisi datar digunakan sehari-hari. Maka siswa diharapkan memahami kompetensi bangun ruang sisi datar mata pelajaran matematika dengan senang.

Baca juga:  Pembelajaran Lingkaran dengan Model Cooperative Script

Aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar masih rendah. Ada beberapa faktor yang mempengarui rendahnya hasil belajar dan aktivitas belajar. Proses belajar tidak menarik karena monoton. Guru menyampaikan materi lebih fokus pada teori. Siswa kurang termotivasi mengikuti pembelajaran karena tidak berbasis aktivitas. Tidak menggunakan media belajar.

Rendahnya pemahaman siswa perlu dicari solusi agar aktivitas dan hasil belajar meningkat dengan penggunaan pendekatan kontekstual yang membuat siswa senang karena tidak membosankan. Pendekatan kontekstual merupakan pendekatan belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong membuat hubungan antara pengetahuan dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari (Taniredja, 2011). Siswa diajak mempelajari luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar pada benda yang ada di lingkungan kehidupan nyata di sekitar siswa. Siswa mempelajari benda-benda yang tidak asing baginya.

Baca juga:  Gembira Belajar melalui Siaran Radio Pembelajaran di Masa Pandemi

Adapun langkah-langkah pembelajaran bangun ruang sisi dasar menggunakan pendekatan kontekstual. Guru mengembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara belajar bangun ruang sisi datar berdasarkan benda-benda yang ada di lingkungan siswa. Guru membentuk kelompok belajar untuk diskusi ketika mencari jawaban pertanyaan.

Siswa melaksanakan pencarian luas permukaan kubus, volume balok, volume prisma, dan volume limas dengan benda yang ada di sekitar siswa seperti kardus tempat sepatu, kardus tempat kotak obat, dan benda lainnya. Siswa melaksanakan pembelajaran praktik nyata pada benda-benda yang ada di lingkungannya. Siswa diberi rangsangan agar mau bertanya tanpa ada paksaan. Guru dan siswa melakukan refleksi pada akhir pembelajaran. Guru melakukan penilaian selama proses dan akhir pembelajaran.

Baca juga:  Pendekatan Kontekstual Tingkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD

Penggunaan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar menjadikan siswa tertarik dan termotivasi mengikuti pembelajaran matematika. Siswa aktif mempelajari kompetensi dasar matematika secara berkelompok. Akhir pembelajaran bangun ruang sisi datar menumbuhkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran bangun ruang sisi dasar pada siswa SMP Negeri 3 Kaliwungu Kabupaten Kendal terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar. (kj1/zal)

Guru SMPN 3 Kaliwungu, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya