alexametrics

Menemukan Informasi Lebih Mudah dengan Dadu Adiksimba

Oleh: Arih Murgiyanti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya adalah membelajarkan siswa tentang keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Tujuannya, agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kematangan emosional. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, serta menghargai sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Salah satua aspek pembelajaran bahasa Indonesia adalah membaca. Menurut Dalman (2014:5) membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. Hal ini berarti membaca merupakan proses berpikir untuk memahami isi teks yang dibaca. Oleh sebab itu, membaca bukan hanya melihat kumpulan huruf yang telah membentuk kata, kelompok kata, kalimat, paragraf, dan wacana saja, tetapi lebih dari itu bahwa membaca merupakan kegiatan memahami lambang/tanda/tulisan yang bermakna, sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca.

Baca juga:  Mudahnya Menulis Pantun dengan “Cari Kata Kunci, Tulis di Sini”

Membaca mencakup dua aspek, yaitu aspek mekanik dan pemahaman. Aspek mekanik atau visual berkaitan dengan kemahiran pembaca dalam menggerakkan mata pada waktu membaca. Mata dalam membaca dapat digerakkan secara lamban atau cepat dan dengan pola membaca tertentu. Misalnya, pola vertikal, diagonal, zig-zag, spiral, blok, dan horisontal. Kecepatan mata dan pola membaca yang digunakan bergantung pada kemahiran yang telah dimiliki dan kebiasaan. Aspek pemahaman berhubungan dengan kemahiran pembaca dalam menangkap isi bacaan yang dibaca. Pemahaman terhadap bacaan bisa secara ekstensif atau intensif, teliti atau dangkal, literal, kritis atau kreatif.

Pada kenyataannya, tidak semua siswa memiliki kemampuan mekanik dan pemahaman. Sehingga guru harus memiliki keterampilan dan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan siswa mengembangkan diri dalam membaca cepat dan memahami isi bacaan. Seperti yang sudah dilakukan oleh siswa kelas 4 SD Negeri 1 Weleri, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, yaitu dengan menggunakan dadu Adiksimba untuk menemukan informasi dari bacaan.

Baca juga:  Merancang Pembelajaran Menarik dengan Google Workspace for Education

Adiksimba merupakan akronim dari beberapa kata tanya yang dianggap sebagai dasar pengumpulan informasi. Akronim menurut kamus bahasa Indonesia adalah gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Adiksimba adalah gabungan dari kata apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan kapan. Adiksimba merupakan formula untuk mendapatkan cerita lengkap tentang suatu subyek. Menurut prinsip adiksimba, suatu informasi dianggap lengkap bila telah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari unsur pokok bacaan.

Pada awal pembelajaran siswa membuat dadu dari kardus bekas dan masing-masing sisi ditulis kata tanya adiksimba sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam lembar kerja. Setelah guru memberikan pemahaman tentang materi dan bertanya jawab, siswa berdiskusi secara kelompok untuk menjawab pertanyaan sesuai bacaan dengan kata tanya yang muncul pada dadu setelah dilempar oleh salah satu siswa. Begitu seterusnya sampai enam kali lemparan. Setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dalam kelompok. Dengan demikian setiap siswa terlibat aktif untuk menemukan sendiri informasi dari bacaan.

Baca juga:  Teaching Factory, Upaya Menyiapkan Peserta Didik Memasuki Dunia Kerja

Pada akhir pembelajaran siswa diminta untuk menyampaikan hasil diskusinya untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok lain dan mendapatkan umpan balik dari guru. Semua siswa sangat antusias dan aktif selama proses pembelajaran. Dengan demikian, melalui adiksimba dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menemukan informasi dari bacaan sehingga menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Melalui adiksimba, diharapakan dapat berimbas pada peningkatan kemampuan siswa dalam membaca cepat dan intensif yang akan menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi siswa. (kj1/aro)

Guru SD Negeri 1 Weleri, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya