alexametrics

Bimbingan Kelompok Tingkatkan Pemahaman Bahaya Rokok

Oleh : Rini Purnowigati S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, LAYANAN bimbingan kelompok sangat penting diberikan kepada siswa bertujuan membekali individu dengan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.

Pemahaman yang diperoleh melalui bimbingan kelompok, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan untuk siswa SMPN 3 Patebon, kelas 8C semester 1.

Menurut Gazda sebagaimana dikutip oleh prayitno (2004:309), bimbingan kelompok di sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok siswa untuk membantu mereka menyusun rencana keputusan yang tepat. Bimbingan kelompok memiliki nilai yang akurat karena layanan ini menggunakan dinamika kelompok selama proses layanan dilaksanakan. Bimbingan kelompok lebih merupakan suatu upaya bimbingan kepada individu-individu melalui kelompok.

Alasan menggunakan bimbingan kelompok karena tidak dapat dipungkiri, pengaruh teman sebaya kepada seorang anak begitu tinggi. Bahkan sering kali lebih tinggi dibandingka dengan pengaruh kedua orang tuanya atau guru-gurunya (Mifzal 2012:20). Melalui pemberian layanan bimbingan kelompok tersebut, siswa diarahkan untuk mengikuti kegiatan diskusi kelompok. Karena bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa. Layanan bimbingan kelompok mengutamakan perkembangan kemampuan komunikasi dan sosialisasi sehingga sangat penting diberikan kepada siswa agar siswa mengetahui bahaya merokok dan akibatnya.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Sejarah dengan Metode Sosiodrama

Merokok bagi anak sekolah sangat berpengaruh kepada perubahan perilaku anak seperti kurang fokus, gangguan belajar, gangguan daya tangkap, energi menurun, gangguan kecemasan. Meski sudah mengetahui dampak dan bahaya dari rokok, kenyataannya masih banyak orang yang merokok dan tidak menghiraukan berbagai macam resiko kesehatan yang bahkan sudah tertulis degan jelas ditiap bungkus rokok.

Menurut data dari kementerian kesehatan, perokok tidak hanya di kalangan orang tua dan remaja, bahkan anak-anak usia sepuluh tahun sudah memulai merokok. Padahal dampak rokok bagi anak-anak dan remaja sangat serius, dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus parah. Dampak bagi kesehatan tubuh jika seseorang merokok sejak dini, paru-paru berhenti berkembang.

Baca juga:  Analisis Trend Nilai untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Memilih Jurusan Kuliah

Memulai kebiasaan merokok terlalu dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan paru-paru pada anak dan remaja yang dapat menimbulkan masalah kronis saat mereka beranjak dewasa. Contohnya akan timbul penyakit yang sering dikenal dengan nama PPOK (Penyakit Paru Obstraktif Kronik). Tak hanya meningkatkan perkembangan paru-paru, merokok pada usia remaja juga dapat menyebabkan kerusakan sistem peredaran darah yang akan berangsur semakin parah saat ia tubuh dewasa.

Ketika mereka memasuki dewasa berbagai penyakit terbentuk, seperti jantung, serangan jantung, hingga stroke. Merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan kanker. Itu beberapa resiko kesehatan yang dapat terjadi jika seseorang mulai merokok sejak dini.

Baca juga:  Power Point Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Sebagai orang tua dan guru sudah seharusnya tidak memberikan contoh yang buruk seperti merokok di depan anak-anak. Seharusnya lebih memperhatikan lingkungan di sekitar anak, supaya anak tidak terjerumus pada pergaulan yang berpengaruh buruk. Mari cegah kebiasaan merokok sejak dini agar tidak berdampak parah terhadap proses pertumbuhan anak di kemudian hari.

Dengan adanya bimbingan kelompok, siswa SMPN 3 Patebon mampu mengupayakan perubahan sikap dalam perilaku secara tidak langsung, melalui penyampaian informasi tentang bahaya merokok yang disampikan kepada anggota kelompok. Sehingga siswa dapat membuat keputusan yang memadai mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masa depannya. (kd/ida)

Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 3 Patebon

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya