alexametrics

Belajar Membaca dan Menulis Permulaan dengan Media Benda Sekitar

Oleh: Eka Trisnawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah dasar (SD) merupakan suatu tingkatan satuan pendidikan yang dianggap sebagai dasar pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar, anak didik mengalami proses pendidikan dan pembelajaran. SD dapat disebut sebagai institusi pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan mendasar dan mendasari proses pendidikan selanjutnya.

Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan dasar pengetahuan, sikap, dan keterampilan bagi anak didik. Pendidikan dasar inilah yang selanjutnya dikembangkan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik, termasuk dalam keterampilan membaca dan menulis dikelas-kelas awal.

Kelas awal berisi anak didik yang mulai memasuki bangku di kelas satu SD. Membaca menulis permulaan menjadi menu utama dalam proses pembelajaran, termasuk di SD Negeri 02 Penusupan Kecamatan Randudongkal, Kabupaten pemalang. Kemampuan membaca dan menulis lebih diorientasikan kepada tingkat dasar, yakni kemampuan mengetahui huruf, yaitu anak-anak dapat mengubah dan melafalkan lambang-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi yang bermakna.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar IPA melalui Probing Promting

Tujuan akhir dari pengajaran Bahasa Indonesia adalah anak didik mampu terampil berbahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbahasa tercermin dalam empat aspek keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Guru harus bisa menerapkan metode pembelajaran yang baik dan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat kepada anak didik, sehingga anak didik senang membaca dan menulis. Sebagian anak didik masih belum lancar dalam membaca dan menulis.

Guru perlu memanfaatkan benda yang ada di sekitar sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran akan membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Arsyad (2013:4) mengungkapkan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Penerapan media benda sekitar merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Senam Lantai Guling Belakang dengan Bidang Miring

Hal tersebut diaplikasikan dengan mengajak anak melihat benda di sekitarnya, yaitu benda nyata seperti buku, pensil, penghapus, meja kursi, almari, dan lain sebagainya. Setelah anak didik melihat benda-benda yang ada di sekitar, mereka diminta untuk mengeja huruf yang ditempelkan guru pada benda-benda yang ada di sekitar. Anak didik diminta untuk selalu berusaha membaca dengan sendirinya. Selain itu, guru meminta anak didik untuk melihat benda dan menuliskan nama-nama benda yang dilihat di sekitarnya. Guru berharap ketika anak didik melihat benda nyata otomatis anak langsung bisa berpikir untuk membacanya, dan bahkan senang bisa menulis dengan cepat.

Penggunaan media pembelajaran di atas diharapkan dapat membantu anak didik dalam membaca dan menulis permulaan terutama pada SD kelas satu. Hal ini dikarenakan anak kelas satu SD pada umumnya berusia ada yang kurang dari enam tahun. Anak yang berusia kurang dari enam tahun biasanya masih berpikir konkret, yaitu anak hanya akan cepat mengenali benda-benda nyata yang ada di sekitar, anak didik akan lebih senang membaca dan menulis. Stimulan tersebut akan merangsang anak didik di dalam kelas menjadi senang membaca dan menulis. (kj1/aro)

Baca juga:  Pahami Rotasi dan Revolusi Bumi dan Bulan dengan Bermain Peran

Guru SD Negeri 02 Penusupan, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya