alexametrics

Problematika Penerimaan Peserta Didik Baru di Sekolah Dasar

Oleh : Sri Rahmawati, S. Pd. SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penerimaan Peserta Didik Baru merupakan masalah yang selalu menghantui di setiap sekolah tiap tahun. Tidak terkecuali SD Negeri Pucanganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Padahal semua fasilitas lengkap dan guru profesional. Sementara sekolah swasta gedung terbatas, guru banyak pegawai tidak tetap, sarana prasarana belum tentu mencukupi.

Setiap tahun sudah dibentuk kepanitiaan penerima peserta didik baru. Sudah menggunakan berbagai strategi. Diantaranya dengan pendekatan masyarakat setempat, komite, wali murid, dan pejabat. Termasuk promosi gratis biaya sekolah. Tetapi hasilnya masih belum maksimal dan tetap menjadi masalah serius yang harus perhatikan.

Di Sekolah tempat penulis mengajar peserta didik sebanyak 89 siswa pada tahun ajaran 2021-2022. Hampir semua SD Negeri muridnya di bawah 100 siswa bahkan ada yang di bawah 60. Sedangkan di SD/MI swasta rata-rata siswa dalam satu sekolah lebih dari 60 siswa. Pertanyaanya adakah yang salah dengan sistem Penerimaan Siswa Baru di SD Negeri? Apakah karena guru kurang memiliki sekolah ataukah merasa mencari siswa bukan tugasnya? Karena sebagian guru berpikir tugasnya hanya mengajar bukan mencari siswa. Padahal hal utama dalam mengajar adalah keberadaan siswa. Seseorang bisa dikatakan guru jika ketiga unsurnya terpenuhi. Yakni guru, siswa, dan sekolah.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Menulis Siswa dengan Media Audiovisual

Mari kita tengok kegiatan Sekolah Dasar Swasta Unggulan, bagaimana mereka bisa mendapatkan siswa banyak. Ternyata mereka berani bersaing, ada nilai jual yang disodorkan. Mereka merasa memiliki, mendarmabaktikan diri dan waktunya untuk sekolah. Mereka selalu berkoordinasi mencari cara dengan berbagai macam strategi.

David J. Schwarz mengatakan, pesaing memang kuat tidak ada yang menyangkalnya. Tetapi tak seorangpun memiliki semua kelebihan. Mari kita pikirkan bersama cara mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri (dalam buku Berpikir dan Berjiwa Besar halaman 68)
Kalau kita bersama ingin mendapatkan siswa banyak, kita harus merapatkan barisan, koordinasi, sosialisasi dengan masyarakat, orang tua calon siswa, pejabat setempat, komite sekolah, dan stake holder.

Baca juga:  MCKK Membuat Pembelajaran Lebih Seru

Bersosialisasi dengan mereka yang berkaitan dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru terutama Guru TK dan Guru PAUD di sekitar sekolah. Kunci keberhasilan di sekolah Dasar itu terletak pada informasi atau data anak-anak usia TK. Jika hubungan guru Sekolah Dasar dengan anak-anak usia terjalin baik, kemungkinan besar potensi masuk ke sekolah kita lebih besar.

Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru harus mempunyai target. Koordinasi intensif dan terus menerus harus dilakukan, evaluasi kinerja permasalahan ketika mensosialisasikan keberadaan Sekolah Dasar kita, adakan rapat mencari solusinya, bahas secara detail agar ada harapan dalam mencapai target yang diinginkan.

Kita harus punya bahan utama mencari calon siswa dengan daftar nama. Perbanyak mencari daftar nama calon peserta didik baru. Adakan komunikasi langsung dengan orang tua calon siswa supaya keberadaan kita dikenal. Jangan lupa jalin hubungan erat dengan Guru TK atau Guru PAUD. Sehingga guru TK atau PAUD bisa dekat dengan kita. Secara otomatis mereka akan mengarahkan siswa-siswanya masuk ke sekolah kita. (ump2/fth)

Baca juga:  Asyiknya Bermain Peran dalam Pembelajaran Sandiwara Tradisional Jawa

Guru SDN Pucanganom, Kec. Srumbung, Kab. Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya