alexametrics

Pembelajaran Recount Text Menarik dengan Penugasan dan Demonstrasi

Oleh : Marjini S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MASIH rendahnya mutu prestasi belajar peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan, salah satu penyebabnya adalah kurangnya penguasaan bahasa. Yaitu bahasa Inggris, selain sebagai bahasa internasional, juga berfungsi sebagai bahasa pengantar ilmu pengetahuan, politik, dan ekonomi. Sangat penting untuk dikuasai oleh generasi muda saat ini. Tentu saja hal ini menjadi tanggung jawab semua pihak, terlebih guru yang berperan penting dan berhubungan langsung dengan siswa. Oleh karena itu, guru berusaha mencari solusi yang baik untuk mengembangkan profesionalisme dengan berbagai inovasi dan kreativitas pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru sering menghadapi kendala misalnya kurangnya kesiapan dan konsentrasi siswa pada materi yang disampaikan guru. Penyebabnya oleh beberapa faktor, sehingga dalam menerima materi, siswa sulit memahaminya. Akibatnya, siswa tidak mendapatkan hasil optimal seperti yang diharapkan.

Baca juga:  Pembelajaran Gerak Dasar Senam Ritmik Siswa SD dengan Metode Jigsaw

Berdasarkan observasi penulis pada siswa kelas VIII SMPN 38 Semarang tahun pelajaran 2021/2022, siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami dan membuat recount text. Untuk itu, penulis mencoba mencari solusi agar pembelajaran tentang recount text dapat lebih menarik dan menyenangkan. Agar pembelajaran tetap menarik dan menyenangkan bagi peserta didik, maka penulis menggunakan pembelajaran melalui whatsapp group mata pelajaran bahasa Inggris kelas VIII semester genap. Yaitu sehari sebelum pembelajaran berlangsung, penulis mengirim teks berbentuk recount kepada peserta didik melalui whatsapp group sebagai bahan bacaan untuk bisa dipelajari di rumah.

Pada pelaksanaan pembelajaran diawali dengan salam, berdoa, mengecek absensi, kemudian penulis/guru menyapa peserta didik dengan menanyakan keadaan dan bagaimana perasaan mereka pada saat itu. Pada kegiatan inti, guru menjelaskan secara mendetail tentang struktur text recount dan unsur kebahasaan yang digunakan dalam text recount serta menjelaskan tentang orientasi (who/siapa yang terlibat, when/kapan, where/dimana kejadian tersebut terjadi), kronologis/serangkaian kejadian yang berurutan event 1/what happened first, event 2/what happened next, event 3/what happened later, dan reorientation/penutup teks (what happened last).

Baca juga:  Mengidentifikasi Cerita Fiksi Lebih Mudah Menggunakan Pop-Up Book

Tidak lupa juga menjelaskan kaidah kebahasaan (language features) yang digunakan dalam menulis text recount yaitu menggunakan simple past tense. Karena kejadian yang diceritakan adalah kejadian yang terjadi di masa lampau. Setelah semua penjelasan guru dipahami, peserta didik diberi tugas untuk memahami dan mengidentifikasi text recount yang telah diberikan sehari sebelumnya. Apakah mereka telah memahami tentang Orientation, Event, Reorientaion dan Language Features. Apabila telah paham, maka kegiatan selanjutnya adalah tanya jawab tentang materi tersebut.

Bagi peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan akan diberi nilai. Kegiatan selanjutnya, guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat text recount tentang pengalaman pribadi masing-masing dan mendemonstrasikannya di depan kelas.

Baca juga:  Pembelajaran Asyik Materi Perkembangbiakan pada Manusia dengan Google Classroom

Metode tugas adalah metode dalam pembelajaran dengan cara guru membelajarkan siswa-siswanya dengan memberikan tugas kepada mereka untuk diselesaikan dan dipertanggungjawabkan. Tugas tersebut dapat diberikan kepada siswa secara perseorangan atau kelompok secara klasikal. Pengerjaannya dapat diselesaikan di sekolah atau di luar sekolah (Depdikbud,1996:21-22). Sedangkan metode demonstrasi adalah cara menyajikan bahan pembelajaran dengan menampilkan atau memperagakan kepada peserta didik yang sering disertai penjelasan secara lisan (Daryanto, 2009:403).

Dengan demikian, penulis berkeyakinan bahwa dengan penugasan dan demonstrasi dapat menarik minat siswa untuk menulis text recount pada siswa kelas VIII SMP Negeri 38 Semarang tahun pelajaran 2021/2022 sehingga prestasi belajarnya juga meningkat. (tt2/ida)

Guru SMPN 38 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya