alexametrics

Menerapkan Budaya Kerja Industri Pada Mapel Kejuruan di Era Revolusi Industri 4.0

Oleh: Drs. Tuhadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Revolusi industri 4.0 atau juga yang biasa dikenal dengan istilah cyber physical system merupakan sebuah fenomena di mana terjadinya kolaborasi antara teknologi siber dengan teknologi otomatisasi. Dengan adanya revolusi industri membawa banyak perubahan di berbagai sektor. Pada bidang tenaga kerja banyak bidang pekerjaan yang digantikan oleh teknologi.

Untuk memasuki dunia kerja di industri di era revolusi industri 4.0, calon tenaga kerja disamping harus memiliki kompetensi pada bidang keahlian tertentu. Dituntut pula untuk memiliki sikap budaya kerja industri secara komprehensif. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak calon tenaga kerja yang profesional dan siap memasuki dunia kerja dituntut membekali peserta didiknya memilki sikap budaya industri. Untuk menanamkan budaya kerja diperlukan waktu yang tidak singkat. Artinya, selama siswa belajar di SMK secara terus-menerus peserta didik untuk membiasakan budaya kerja industri di sekolah.

Budaya kerja adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam perusahaan yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal” (Mangkunegoro,2005;316). Dengan menerapkan budaya kerja di industri diyakini perusahaan akan berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Tipe The Power of Two Tumbuhkan Sikap Baik

Program keahlian Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 1 Pengasih, Kulon Progo, bertujuan menghasilkan tamatan atau lulusan yang siap memasuki dunia kerja, berwirausaha dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam proses pembelajaran mata pelajaran (mapel) Teknologi Perkantoran peserta didik disamping mempelajari teori dan praktik tentang teknologi perkantoran di era revolusi industri 4.0 juga dibekali dengan budaya kerja di industri.

Dalam pelaksanaannya disampaikan materi dan wawasan mengenai budaya kerja di industri kepada peserta didik secara sederhana dan menyenangkan, sehingga tidak terkesan kaku dan berat. Peserta didik diberi pengertian akan pentingnya budaya kerja industi untuk dilaksanakan di ruang praktik dan lingkungan sekolah. Dengan penerapan budaya industri secara terus menerus peserta didik akan terbiasa melakukan dengan penuh kesadaran dan tidak ada rasa tertekan.

Baca juga:  Tingkatkan Kreativitas Belajar Fisika dengan STAD melalui Media Internet

Budaya kerja di industri yang diterapkan pada pembelajaran praktik kejuruan meliputi pendidikan karakter sesuai kebutuhan industri di antaranya: pertama, etos kerja tinggi. Etos kerja tinggi ditanamkan kepada peserta didik untuk selalu semangat dalam mengikuti pembelajaran praktik di laboratorium. Kedua, daya juang. Peserta didik ditanamkan kebiasaaan mengerahkan pikiran dan tenaga dalam menyelesaikan lembar kerja (joobsheet) yang diberikan oleh guru. Ketiga, kedisiplinan. Dibiasakan siswa tertib menggunakan seragam praktik, tepat waktu untuk masuk dan keluar ruang praktik. Keempat, inisiatif. Siswa dibiasakan berinisiatif dalam menyelesaikan lembar kerja. Kelima, mampu bekerja sama. Siswa dibiasakan bekerja kelompok tanpa memilih dan membedakan teman untuk tugas kelompok dalam praktik. Keenam, menanamkan budaya 5 R.

Budaya 5 R (Ringkas, Rapi, Rajin,Rawat, Resik,) meliputi: pertama, ringkas. Peserta didik dibiasakan dapat membedakan antara barang yang diperlukan dan tidak diperlukan, membuang barang yang sudah tidak digunakan. Kedua, rapi. Peserta didik dibiasakan menentukan tata letak tertata rapi, sehingga mudah menemukan barang yang diperlukan. Ketiga, rajin. Peserta didik dibiasakan melakukan sesuatu yang benar sesuai kebiasaan, misalnya meletakan tas pada loker yang sudah disediakan. Keempat, rawat. Peserta didik selalu diingatkan dan diajak memelihara agar peralatan atau mesin yang digunakan tetap terawat baik. Kelima, Resik. Peserta didik dibiasakan menjaga kebersihan ruang praktik, kebersihan peralatan, dan perlengkapan praktik.

Baca juga:  Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Project Base Learning

Upaya menanamkan budaya kerja industri sesuai karakter yang dibutuhkan industri, yakni etos kerja tinggi, memilki daya juang, disiplin, inisiatif,mampu berkerjasama dan budaya 5 R bertujuan memberikan bekal kepada peserta didik, supaya setelah tamat belajar siap memasuki dunia kerja di era industri 4.0. (ump2/aro)

Guru Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 1 Pengasih Kulon Progo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya