alexametrics

Melatih Siswa Berpikir Komputasional melalui Teknik STD dalam Pembelajaran Teks Prosedur

Oleh : Eny Widiastuti, S.Pd., M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu karakteristik pembelajaran abad 21 adalah memfasilitasi pembelajaran yang melatih siswa untuk berpikir komputasional. Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam acara Grow with Google di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (18/2/2020) mengatakan computational thinking dalam implementasi kurikulum.

Computational thinking (CT) merupakan cara memecahkan masalah, merancang sistem, dan memahami perilaku manusia yang mengacu pada konsep-konsep dasar ilmu komputer. Terdapat 4 tahapan yang terdapat dalam metode computational thinking (CT) yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm (Wing, 2006). Semua tahapan yang terapat dalam metode ini dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu cara mengimplementasikan cara berpikir komputasional adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving.

Pembelajaran teks prosedur dalam bahasa Inggris merupakan pembelajaran yang menantang karena siswa diharapkan mampu menyusun prosedur membuat sesuatu (resep, kerajinan tangan) atau melakukan sesuatu secara logis dan sitematis.Untuk melatih siswa berpikir komputasional, guru mencoba menggunakan pembelajaran berbasis problem solving menggunakan teknik STD (See-Think-Develop).

Baca juga:  Pembelajaran Sebuah Teks Ilmiah Fakta pada Masa Pandemi Covid-19

Dalam proses pembelajaran, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan menyajikan satu topik membuat resep untuk tiap kelompok. Tiap kelompok akan membuat resep yang berbeda. Dalam proses STD, Langkah pertama adalah see (melihat). Siswa membuka amplop yang dibagikan guru dan melihat kata yanag tertera dalam kartu didalam amplop. Kemudian siswa akan berpikir dan berdiskusi (think) dalam kelompok untuk menentukan langkah-langkah pembuatan resep tersebut. Setelah itu siswa dalam kelaompok akan menyusun langkah-langkah tersebut kedalam urutan yang logis (develop) dan mempresentasikan dalam bentuk video yang diunggah ke YouTube.

Langkah-langkah berpikir komputasional dalam kegiatan pembelajaran di atas terdiri dari 4 metode penyelesaian masalah. Yaitu pertama dekomposisi yang merupakan landasan computational thinking untuk memecahkan masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Dengan begitu, seseorang bisa mengetahui rumusan masalah yang terjadi dan menyelesaikan satu per satu. Dalam menyusun teks prosedur tentang resep masakan, siswa akan memecah-mecah masalah (membuat resep) menjadi bagian-bagian yang kecil.

Baca juga:  Metode Speak Up Reporter dalam Pembelajaran New Item

Misalnya menentukan bahan dan alat apa yang akan digunakan dan bagaimana membuat resep tersebut dengan menganalisi langkah mana yang akan dilakukan terlebih dahulu sesuai logika. Kedua, abstraksi. Seseorang akan melihat permasalahan, melakukan generalisasi serta identifikasi informasi. Siswa akan melakukan generalisasi membuat resep makanan dengan mengidentifikasi alat dan bahan terlebih dahulu dan kemudian menyajikan langkah-langkah pembuatan menggunakan kalimat imperative. Ketiga, pengenalan pola.

Siswa menemukan pola kalimat sederhana dalam bahasa Inggris yang digunakan dalam menyusun teks prosedur (Verb 1+ Object + adverb). Keempat, algoritma. Yakni menemukan urutan gramatikal dalam penyusunan kalimat bahasa Inggris dan menentukan urutan langkah pembuatan resep dan menyusunnya menjadi teks prosedur.

Baca juga:  Belajar Puisi melalui Video Pembelajaran Berbasis Microsoft Teams

Teknik berpikir komputasional ini memfasilitasi siswa untuk memecahkan masalah seperti komputer. Dalam proses pembelajaran ini, siswa dimotivasi untuk menghasilkan ide atau gagasan yang meiliki sistematika urutan berpikir yang logis dan efektif. (tt1/lis)

Guru SMA 12 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya