alexametrics

Asyiknya Pembelajaran Membaca Teks Cerita Fabel melalui Sight Board

Oleh : Solichatun S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERKEMBANGAN peradaban sekarang, manusia mengenal adanya tindak komunikasi yang meliputi empat kemampuan berbahasa, yaitu berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Berbicara dan menyimak termasuk kemampuan berbahasa lisan. Menulis dan membaca merupakan kemampuan berbahasa tulis. Ke empat kemampuan berbahasa ini bersifat integratif yang dapat diistilahkan catur tunggal kemampuan berbahasa.

Menurut Soedarso (2005:4), definisi membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah, misalnya pembaca harus menggunakan pengertian dan khayalan, mengamati, dan mengingat-ingat untuk memperoleh informasi dalam bacaan. Sedangkan melalui membaca pemahaman, orang dapat menggali dan mencari berbagai macam ilmu dan pengetahuan yang tersimpan di dalam buku-buku dan media tulis yang lain. Membaca pemahaman inilah yang dibina dan dikembangkan secara bertahap pada sekolah (Tompubolon:1987).

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya. Cerita fabel tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang dewasa.

Baca juga:  Eksiskan Kembali Eksta Pramuka untuk Kembalikan Karakter Siswa

Struktur teks cerita fabel yaitu, pertama, judul adalah kepala karangan yang berfungsi mengarahkan pikiran pembaca tentang gambaran umum isi fabel. Kedua, orientasi adalah kalimat yang terdapat pada awal cerita yang fungsinya untuk pengenalan waktu, tempat dan karakter/tokoh. Ketiga, komplikasi adalah bagian/dimana/munculah masalah/atau/konflik cerita. Keempat, klimaks adalah konflik mencapai puncaknya. Kelima, resolusi adalah bagian penyelesaian masalah atau pemecahan konflik pada cerita. Keenam, koda adalah pesan moral dari pengarang (tidak semua pengarang menyantumkan koda pada ceritanya) atau penyelesaian masalah.

Untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran membaca teks cerita fabel, penulis menerapkan melalui kegiatan sight board dalam pembelajaran di SMP Negeri 1 Patebon. Sight board, seringkali disebut tempat panjang, merupakan suatu papan tetapi untuk pembelajaran. Di pembelajaran ini memakai kertas asturo dengan menempelkan atau menerapkan fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan pada teks.Walaupun berbentuk sederhana, namun pesan yang dimuat di dalamnya dapat tetap tersampaikan secara efektif.

Baca juga:  Harapan Guru BK Menuju Pembelajaran Tapka

Cara melaksanakan kegiatan ini adalah pertama, peserta didik membaca teks cerita fabel yang diberikan oleh guru. Kedua, ketika membaca, peserta didik diminta untuk mengidentifikasi isi dari teks tersebut. Ketiga, peserta didik dapat mengidentifikasi informasi penting dalam teks yang merupakan ciri umum teks cerita fabel. Keempat, peserta didik menyebutkan pesan moral yang mereka temukan dalam text.

Kelima, peserta didik mendengarkan dengan seksama penjelasan guru terkait teks cerita fabel, fungsi sosial, struktur dan unsur kebahasaannya. Keenam, siswa diminta.untuk membuat 4 kelompok. Ketujuh, peserta didik mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian Sight Board. Kedelapan, tiap kelompok peserta didik secara bergilir mengamati setiap Sight Board yang berisikan contoh fungsi sosial, struktur teks dan unsur kebahasaan dari sebuah teks cerita fabel. Kesembilan, peserta didik kemudian diminta untuk menerapkan sesuatu yang sudah di ketahuinya dari hasil Sight Board, selanjutnya menuliskannya pada lembar kertas yang sudah dibagikan oleh guru.

Baca juga:  Kolaborasi Orang Tua dan Make a Match Tingkatkan Belajar IPS Masa Pandemi

Kesepuluh, tiap-tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya didepan teman-temannya. Kesebelas, peserta didik kembali ke bangkunya masing-masing dan mendapatkan tugas untuk menyusun paragraf dari teks cerita fabel acak yang dibagikan untuk mengecek sejauh mana pemahaman siswa.

Dengan melalui kegiatan sight board yang dilakukan bersama anggota kelompoknya, peserta didik di SMP Negeri 1 Patebon mampu memecahkan masalah selama proses pembelajaran. (tt2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Patebon, Kabupaten Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya