alexametrics

Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PPKn

Oleh : Daryanto S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KARAKTERISTIK perkembangan kognitif peserta didik kelas V sekolah dasar (SD) menjadi masalah dalam pembelajaran daring, jika guru kurang tepat dalam menyusun strategi pembelajaran. Peserta didik kelas V SD pada umumnya baru memiliki kemampuan berpikir tentang benda yang nyata dan abstrak.

Sebagian besar peserta didik kelas V SD Negeri 01 Kebondalem memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Hal tersebut bisa dilihat pada pembelajaran tema 9 sub tema 1 Muatan Pelajaran PPKn, KD 3.4 “Menggali manfaat persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan hidup” hanya 41,66 persen dari 36 peserta didik yang sudah mampu menunjukkan motivasi belajar tinggi. Ini berarti masih ada 21 peserta didik dari seluruh peserta didik yang masih memiliki motivasi belajar yang rendah.

Menurut Bophy (1987) motivasi belajar adalah sebagai a general state (kondisi umum) dan sebagai a situation-specific state (kondisi dan situasi yang spesifik). Sebagai a general state, motivasi belajar adalah suatu watak yang permanen yang mendorong seseorang untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan dalam suatu kegiatan belajar. Sedangkan sebagai a situation-specific state, motivasi belajar muncul karena keterlibatan individu dalam suatu kegiatan tertentu diarahkan oleh tujuan memperoleh pengetahuan atau menguasai keterampilan yang diajarkan.

Baca juga:  Belajar Lembaga Sosial Melalui Metode Mind Mapping

Kurangnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring telah menjadi isu baru baik secara nasional maupun global. Dukungan dari keluarga, teman, dan guru dikaitkan dengan keterlibatan siswa dalam pembelajaran daring. Selain itu, guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan belum menguasai strategi pembelajaran daring. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, maka perlunya menerapkan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan media video pembelajaran.

Video merupakan serangkaian gambar gerak yang disertai suara yang membentuk suatu kesatuan yang dirangkai menjadi alur, dengan pesan-pesan di dalamnya untuk ketercapaian tujuan pembelajaran yang disimpan dengan proses penyimpanan pada media pita atau disk (Arsyad, 2004:36 dalam Rusman dkk 2011:218). Video merupakan media audio visual yang menampilkan gerak (Sadiman, 2008:74).

Baca juga:  Belajar Ancaman Terhadap Kedudukan NKRI dengan Edmodo

Sehingga pengertian video pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran. Sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencemarti materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik video pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor, bahkan melalui media internet berupa youtube, group whatsapp dan media sosial lainnya.

Jadi, media video pembelajaran dapat mengomuikasikan pesan materi pembelajaran lebih kuat, tegas, membangkitkan rasa senang, semangat, dan motivasi peserta didik dalam belajar. Media video juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena materi yang dipelajari dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami peserta didik melalui gambar, suara dan animasi yang disajikan.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Sosial YouTube dalam Pembelajaran Bahasa Jawa

Dengan menggunakan media video pembelajaran, proses pembelajaran tematik khususnya muatan pelajaran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKn) di kelas V SD Negeri 01 Kebondalem menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Motivasi belajar peserta didik meningkat sehingga hasil belajar pun meningkat. (pb1/ida)

Guru SDN 01 Kebondalem, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya