alexametrics

Penggunaan Kartu Masalah dalam Pembentukan Berpikir Kritis Siswa

Oleh : Winingsih S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SUDAH menjadi tugas seorang guru mengajarkan para siswanya untuk menerapkan cara berpikir dengan Critical Thingking dalam menjawab atau memecahkan suatu persoalan yang diberikan. Dengan berbagai metode yang dilakukan guru dalam menciptakan peserta didik yang memiliki pemikiran kristis, tentunya peserta didik harus menjalankan metode yang diterapkan guru kepada peserta didik.

Metode atau cara yang dipakai untuk menciptakan sebuah pemikiran kritis terhadap peserta didik tentu harus memerlukan strategi yang kreatif dan inovatif sehingga membuat anak mampu untuk menggapainya. Tetapi dalam menentukan cara atau strategi tersebut seorang tenaga pendidik harus bisa mengerti dan memahami bahwa setiap anak memiliki keunikan dan karakteristiknya masing-masing. Metode penggunaan Kartu Masalah merupakan salah satu cara kreatif dalam membentuk pemikiran yang kritis pada siswa.

Baca juga:  Bangkitkan Gairah Belajar PAI dengan Pendekatan Inkuiri

Metode Kartu Masalah adalah salah satu metode unik dalam memicu penyelesaian masalah dengan menggunakan cara berpikir kritis. Hal ini dikemas dengan menyerupai suatu permainan acak, yang mana dalam permainan tersebut terdapat kartu yang berisi masalah serta ada kartu lain yang berisi penyelesaiannya.

Dalam metode Kartu Masalah, peserta didik tentunya akan dituntut untuk dapat menyesuaikan, menghubungkan, suatu masalah dengan penyelesaiannya, tetapi dalam menyesuaikan serta menghubungkan suatu permasalahan serta bentuk penyelesaian yang dipilih harus dipikirkan secara logis, sistematis, rasional, serta objektif. Dengan begitu, output yang dikeluarkan sesuai dengan fakta yang ada, atau dapat dikatakan berpikir secara kristis. Siswa sekolah dasar (SD) harus mulai diberlakukan metode-metode tersebut, untuk melatih siswa dalam berpikir kritis. Karena suatu pemikiran yang dibiasakan untuk kritis akan berdampak baik bagi perjalanan pendidikan serta karir yang akan dia tempuh setelah lulus SD.

Baca juga:  Pemanfaatan Google Formulir dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Pembelajaran IPA siswa kelas 6 SD, dengan salah satu materi yaitu terkait analisis cara makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam kompetensi dasar ini, siswa dituntut tidak hanya memahami akan materi yang disampaikan, tetapi juga sebagai alat untuk menciptakan anak didik yang memiliki pemikiran yang kritis. Guru membuat kartu yang berisi permasalahan dari materi tersebut dan siswa disuruh mengambil kartu tersebut secara acak, kemudian siswa diminta memberikan penyelesaikan berdasarkan masalah yang didapat menurut pendapatnya.

Kartu masalah ini dapat dibagikan ke dalam kelompok dan siswa diminta memberikan pendapat tentang masalah yang ada pada kartu yang didapat. Dengan permainan kartu masalah ini, mau tidak mau anak diajak berpikir kritis dalam menanggapi permasalahan atau persoalan. Dengan demikian, selain pemahaman siswa terkait materi tersebut dapat ditangkap oleh siswa secara mudah juga kemampuan berpikir kritis (critical thingking), siswa juga meningkat sehingga tujuan dalam pembelajaran dapat tercapai serta siswa senang dalam belajar. (igi2/ida)

Baca juga:  Pembelajaran Kimia Aktif dengan Kolaborasi

Guru SD Negeri Tegalrejo 01 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya