alexametrics

Pembelajaran Inquiry Tingkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Materi Pembiakan Tanaman

Oleh : Ida Adiawati, S.P

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kegiatan belajar mengajar merupakan proses transformasi ilmu yang dilakukan oleh guru dan peserta didik. Dalam kegiatan ini peserta didik dapat mengembangkan kompetensinya. Pengembangan kompetensi peserta didik ditandai dengan adanya perubahan perilaku yang sesuai dengan indikator yang dicapai (Dimiyati & Moejiono, 2002; Djamarah, 2008). Penguasaan kompetensi pada mata pelajaran merupakan hasil dari proses kegiatan belajar mengajar. Salah satu indikator peserta didik menguasai kompetensi adalah memiliki pemahaman terhadap apa yang telah dipelajarinya.

Pembelajaran tentang pembiakan tanaman secara vegetatif merupakan materi penting yang diberikan kepada peserta didik di SMK Negeri H. Moenadi Ungaran, Program Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Materi ini merupakan salah satu materi yang menjadi dasar pada teknik pembibitan tanaman. Pada materi tersebut dipelajari bagaimana peserta didik menyiapkan bibit, memperbanyak bibit, melakukan pemeliharaan, dan transplanting sebagai modal kesiapan untuk terjun dalam bidang pertanian khususnya menjadi petani bibit hortikultura.

Baca juga:  PTM Terbatas Menjadi Efektif dengan Flipped Classroom

Pada pembelajaran materi pembiakan tanaman ini banyak peserta didik yang masih menemui kendala pada pemahaman tentang konsep pembibitan tanaman. Hal ini berakibat pada kurangnya penguasaan konsep pembibitan tanaman secara utuh. Kendala yang dihadapi peserta didik ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah model belajar yang diberikan guru. Berdasarkan hal tersebut, guru dituntut untuk memberikan metode pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami dan menguasai konsep pembibitan tanaman secara utuh.

Metode pembelajaran yang diberikan guru yaitu metode berbasis inquiry. Menurut Priansa & Donni (2017) bahwa inquiry learning adalah model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umum berdasarkan pengalaman dan kegiatan praktis. Dalam pembelajaran metode inquiry ini guru berperan sebagai fasilitator atau narasumber. Pada metode inquiry pembelajaran terpusat kepada peserta didik. Pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk mencari dan menemukan pengetahuan yang mereka butuhkan secara mandiri dengan cara mengajukan pertanyaan, atau penyelidikan.

Baca juga:  Strategi Pembelajaran HOTS pada Mata Pelajaran PPKn

Dalam strategi pembelajaran inquiry ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh guru kepada peserta didik agar berhasil dengan baik. Langkah-langkah tersebut adalah orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, merumuskan kesimpulan.

Pembelajaran berbasis inquiry ini dapat mendorong peserta didik untuk bisa mengembangkan keinginan dan motivasi dalam mempelajari konsep, mengembangkan keterampilan, serta membiasakan peserta didik untuk bekerja keras dalam belajar. Dengan metode inquiry peserta didik diarahkan untuk tidak belajar secara hafalan, namun lebih memahami konsep sehingga peserta didik lebih dapat menerapkan kompetensinya secara nyata.

Misi utama SMK salah satunya mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan kerja sendiri. Untuk itu perlu mempersiapkan peserta didik agar dapat memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Metode inquiry yang diimplementasikan dalam pembelajaran pembiakan tanaman ternyata memberikan hasil yang lebih baik. Dengan metode inquiry ternyata peserta didik mampu untuk memahami konsep pembibitan tanaman secara utuh. Peserta didik mampu menyelesaikan tugas penyiapan bibit dengan baik.

Baca juga:  Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Alat Peraga

Selain itu peserta didik juga mampu menghubungkan bagaimana peranan lingkungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa metode inquiry dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kompetensi yang dipelajarinya, sehingga tujuan akhir pembelajaran dapat tercapai dengan baik. (tt2/lis)

Guru Agribisnis Tanaman SMK Negeri H. Moenadi Ungaran

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya