alexametrics

Media Kardus Bekas untuk Pembelajaran Jaring-Jaring Bangun Ruang

Oleh : Eva Sangadah S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, HOWARD Gardner dalam bukunya Multipple Intelligences, kecerdasan seseorang tidak dapat diwakili oleh angka-angka atau hasil tes standar. Kecerdasan bersumber dari kebiasaan (habit), yaitu perilaku yang cenderung diulang-ulang. Ada dua batasan kebiasaan yang berkaitan dengan kecerdasan ini yaitu kebiasaan seseorang menciptakan produk baru yang memiliki nilai budaya (kreativitas) dan kebiasaan seseorang menyelesaikan masalahnya sendiri. Artinya, ketika anak kita berhasil membuat suatu karya, meski sangat sederhana, maka cukup kita menyebut dia anak cerdas.

Dalam bukunya yang berjudul Five Minds for the Future menjelaskan lebih detail bagaimana cara mempertahankan kecerdasan yang bersumber dari kebiasaan seseorang untuk kreatif dan kemampuan menyelesaikan masalah. Agar kebiasaan positif ini berlangsung terus menerus, ada lima hal yang harus dilakukan yaitu, kedisiplinan (disciplined mind), berpikir secara terstruktur membentuk kesimpulan yang tepat dalam memandang berbagai kondisi (synthesizing mind), berpikir kreatif (creating mind), selalu menghormati orang lain (respectful mind), dan berperilaku baik dalam berinteraksi (ethical mind).

Baca juga:  Pembelajaran Daring IPA Lebih Bermakna dengan Project Based Learning

Salah satu aspek dalam pembelajaran adalah media pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan kreatif, maka media perlu memberikan imajinasi kreatif yang berkembang di dunia sekarang.

Tidak terbatas barang bagus dan berkualitas serta harganya mahal, tetapi juga barang-barang yang berasal dari barang bekas.
Arshar (2020:8) mengartikan media pembelajaran sebagai alat yang digunakan dalam menyampaikan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, serta kemauan peserta didik dalam belajar, sehingga dalam mendorong terjadinya proses pembelajaran yang disengaja, bertujuan dan terselesaikan.

Baca juga:  Covid-19 Memantik Ide Segar Menulis Puisi dalam Pembelajaran Daring

Sementara itu Abu Bakar Muhammad (2017:20) berpendapat bahwa kegunaan alat/media pembelajaran itu antara lain, mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi yang sulit, mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik, merangsang anak untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu, membantu pembentukan watak peserta didik, melatih, memperluas perasaan dan kecepatan dalam belajar.

Pemanfaatan kardus bekas sebagai media pembelajaran Matematika pada jaring-jaring bangun ruang bertujuan memudahkan peserta didik mengenal rangkaian bangun ruang secara nyata. Proses pembuatan sangatlah mudah dengan menggunakan alat dan bahan di antaranya gunting, kardus bekas, penggaris, lem, dan pensil.

Langkah-langkah pembuatan, gambarlah pola jaring-jaring bangun ruang (kubus, balok, prisma, limas, kerucut) di atas kardus bekas dengan menggunakan pensil dan penggaris. Kemudian guntinglah pola tersebut sesuai bangun yang akan dibuat. Rekatkan dengan menggunakan lem. Setelah direkatkan, akan terbentuk berbagai macam bangun ruang. Kemudian bangun ruang tersebut diberi nama sesuai bentuknya.

Baca juga:  Mempermudah Pahami Teks Eksplanasi dengan Metode SQ3R

Penggunan alat peraga sebagai media pembelajaran bukan hal baru. Tapi penggunaan barang bekas untuk membuat alat peraga merupakan hal baru dan mempunyai banyak keuntungan. Karena dibuat menggunakan barang-barang yang sudah tidak dimanfaatkan lagi, maka bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh dan biaya pembuatannya jauh lebih murah.

Tidak menutup kemungkinan, para siswa memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak digunakan lagi, yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat alat peraga yang berguna atau dapat membantu proses pembelajaran di dalam kelas. Salah satu pemanfaatan barang bekas adalah kardus bekas untuk pembelajaran Matematika terutama dalam pembuatan jaring-jaring bangun ruang. (pb2/ida)

Guru SDN 2 Maribaya, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya