alexametrics

Belajar Volume Kubus dan Balok dengan MANDI

Oleh : Natalia Setiawati Br Tarigan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran Matematika menjadi momok bagi sebagian besar Siswa. Pemicunya karena pelajaran ini menuntut menghafal dan menghitung angka dengan rumus. Kesan Matematika menakutkan karena sebagian besar praktek belajar Matematika langsung menghitung angka sesuai rumus yang tidak diketahui asal usulnya. Gejala ini ditunjukkan dari hasil penilaian Matematika materi Volume Kubus dan Balok di SD Kristen 03 Eben Haezer. Dimana lebih dari separuh peserta didik mendapat nilai dibawah batas minimal. Padahal secara tidak sadar, setiap hari siswa bergelut dengan Matematika.

Menurut teori perkembangan kognitif piaget, dalam pembelajaran Matematika anak usia SD (tujuh sampai dua belas tahun) berada pada tahap operasional konkret. Hal ini berarti untuk memahami suatu materi siswa SD memerlukan bantuan media konkret. Artinya pembelajaran Matematika harus dikemas secara menarik, sederhana dan kontekstual menggunakan media konkret.

Baca juga:  Seru Belajar Penjumlahan dan Pengurangan dengan Permainan Congklak

Penulis menyampaikan materi volume balok dengan metode Main Asyik Dalam Diskusi (MANDI) dengan alat sederhana yang mudah ditemukan yaitu plastisin kotak. Selain menggunakan media konkret, penulis juga menerapkan pembelajaran diskusi kelompok kecil. Hal ini sesuai dengan penelitian Miasari, N. M. (2019) yang menyatakan bahwa penerapan metode diskusi kelompok kecil dalam pelaksanaan proses pembelajaran mampu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa Sekolah Dasar.

Langkah pertama, siswa dibagi menjadi kelompok heterogen terdiri tiga siswa. Selanjutnya setiap kelompok mendapatkan kumpulan plastisin kotak dalam jumlah sama. Dalam kelompok, mereka bermain dan berdiskusi untuk membuat bangun balok berbagai kombinasi ukuran dari plastisin kotak yang diperoleh. Kemudian bersama kelompok, siswa menjelaskan cara menentukan banyaknya plastisin kotak yang mereka susun. Dari kegiatan ini siswa secara tidak sadar telah menemukan volume balok. Mereka bahkan dapat menemukan sendiri rumus volume dari ukuran panjang, lebar dan tinggi bangun balok tersebut.

Baca juga:  Pancasila Tanamkan Kepribadian Siswa dalam Kehidupan Sehari-hari

Semua siswa dalam kelompok sangat antusias dan berperan aktif dalam menyelesaikan tugas. Jumlah kelompok kecil dan heterogen membuat semua anggota berperan aktif dan saling menguatkan. Ternyata hal tersebut juga berdampak terhadap peningkatan signifikan pada hasil penilaian volume balok dan kubus.

Belajar Matematika bagi anak usia SD menjadi mudah dipahami siswa jika dikemas dekat dan nyata dengan mereka dalam suasana saling menguatkan dalam diskusi. Anak-anak juga saling membantu dan suasana belajar menyenangkan. Mereka dapat memahami topik yang dipelajari dan nilai yang diperoleh juga meningkat. (igi1/fth)

Guru SD Kristen 03 Eben Haezer Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya