alexametrics

Belajar IPA Menjadi Menyenangkan dengan Metoder Peta Konsep

Oleh :Nurkesi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, IPA merupakan mata pelajaran di semua jenjang pendidikan termasuk SD. Bahkan merupakan salah satu dari tiga mata pelajaran yang diujikan dalam ujian sekolah berstandar Nasional. Mata pelajaran ini diajarkan di sekolah dasar mulai kelas 4 sampai kelas 6 SD.

Menurut Powler (dalam Wina Putra, 1992:122) IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan sistematis, tersusun secara teratur dan berlaku umum berupa kumpulan hasil observasi dan eksperimen.

IPA sering disebut dengan sains. Sains merupakan terjemahan dari kata science berarti masalah kealaman (nature). Sains adalah pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gejala alam (Usman Samatowa, 2010:19). Sains adalah pengetahuan yang kebenarannya sudah diujicobakan secara empiris melalui metode ilmiah.

Materi IPA selalu berhubungan dengan alam dan ada dalam kehidupan siswa sehari-hari. Namun konsepnya tidak mudah dipahami siswa. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran harus menggunakan metode dan model pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga membuat siswa termotivasi mengikuti dan berusaha memahami pembelajaran dengan baik.

Baca juga:  Kenali Lingkunganku dengan Role Playing, Belajar Semakin Bermakna

Salah satu upaya guru Kelas IV SDN 16 Mulyoharjo untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran dan menyenangkan adalah dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Yakni dengan menggunakan metode Peta Konsep siklus dalam pembelajaran IPA Materi Siklus makhluk Hidup disekitar.

Menurut Suparno (2005:11) peta konsep adalah suatu gambaran skematis untuk mempresentasikan suatu rangkaian konsep dan kaitan antara konsep-konsep tersebut. Sedangkan Peta konsep siklus adalah peta konsep didalamnya memuat rangkaian kejadian yang tidak menghasilkan suatu hasil atau final. Kejadian terakhir pada rantai tersebut menghubungkan kembali pada kejadian awal. Sehingga siklus berulang dengan sendirinya.

Langkah-langkah yang dilakukan 1) Guru memilih topik untuk dibuat peta konsep yakni Siklus Hidup Makhluk Hidup di sekitar kita, 2) Guru bertanya jawab dengan siswa untuk menemukan konsep utama, 3) menyusun konsep-konsep dari yang paling puncak sampai sederhana, 4) menghubungkannya dengan kata-kata penghubung, 5) siswa secara berkelompok kecil melengkapi contoh konsep yang diberikan guru, 6) siswa melakukan presentasi hasil diskusi kelompoknya, 7) guru dan siswa menanggapi dan berakhir dengan kesimpulan.

Baca juga:  Pembelajaran Geografi dengan Inquiry Based Learning Meningkatkan Pola Pikir Peserta Didik

Pembelajaran dengan peta konsep membuat siswa aktif dalam diskusi kelompok maupun kelas, menggali pengetahuan dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi pelajaran. Siswa lebih termotivasi karena materi yang dibahas telah dikenal dan dialami. Baik pengamatan, maupun tekstual dalam buku yang dibaca.

Metode ini mampu meningkatkan motivasi siswa. Tapi membutuhkan banyak persiapan. Bagi siswa yang kurang pengalaman atau membaca buku materi menjadikan suasana diskusi tidak hidup. Bagi siswa dengan pengalaman banyak, lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar.
Kreativitas dan improvisasi guru saat diskusi sangat diperlukan. Agar seluruh siswa mampu terlibat dalam pembelajaran. Semua kelompok bisa berdiskusi dengan bagus.

Secara global metode pembelajaran menggunakan peta konsep terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan. (pb1/fth)

Baca juga:  Penanaman Nilai Karakter Siswa melalui Kalikar

Guru SDN 16 Mulyoharjo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya