alexametrics

Penggunaan Metode Resitasi dalam Belajar Teks Persuasi

Oleh: Ani Rahmawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Belajar menarik dan menyenangkan itu dambaan seorang guru dan siswa. Di mana pembelajaran di dalam kelas diterima dengan jelas oleh siswa, dan ditunjukkan dengan hasil yang memuaskan. Dari proses pembelajaran itu akan terjadi sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan siswa untuk menuju pembelajaran yang lebih baik.

Di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII, salah satunya membahas teks persuasif, di mana dalam pembelajaran tersebut siswa kurang semangat dan antusias dalam mengikutinya.

Kenapa? Karena teks tersebut merupakan teks yang berisi bujukan, ajakan terhadap pembacanya, di mana siswa diminta menyajikan teks tersebut secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, dan aspek yang lainnya. Dengan adanya serangkaian pembelajaran tersebut, hasilnya kurang memuaskan dari prediksi yang kita inginkan.

Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan materi yang sangat penting. Baik ditinjau dari aspek pengetahuan, hubungannya dengan mapel lainnya, maupun penerapannya dalam kehidupan manusia. Maka hasil belajar siswa mata pelajaran Bahasa Indonesia harus terus ditingkatkan.

Baca juga:  Belajar Matematika Asyik dengan Metode Likan

Bila tidak meningkat, maka akibatnya atau dampaknya adalah kemampuan siswa dalam mata pelajaran lain yang berhubungan dengan konsep-konsep Bahasa Indonesia juga akan rendah. Dari analisa penyebab masalah, maka upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran teks persuasif adalah menggunakan metode resitasi.

Menurut Reymond, pembelajaran resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri. Lebih lanjutnya, Reymond mengatakan metode resitasi mempunyai kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya antara lain pengetahuan yang diperoleh siswa dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.

Siswa juga memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, tanggung jawab, dan mandiri. Sedangakan kelemahannya, antara lain, kadang kala siswa melakukan penipuan, yakni siswa meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mau berusaha mengerjakan sendiri, kadang juga tugas yang diberikan dikerjakan oleh orang tua

Baca juga:  Mengapa Malu Sekolah di Madrasah Kalau Madrasah Bisa Lebih baik

Dari analisis penyebab masalah, maka upaya yang diperkirakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa MTs N 3 Demak dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah dengan penerapan motode resitasi, yakni langkah-langkah motode pembelajaran ini adalah: pertama, guru memberikan pencerahan tentang tema, di sini guru memberikan berbagai contoh tema yang sesuai dengan teks persuasif. Kedua, guru memberikan contoh, bukti argumen yang jelas, di mana siswa langsung diberikan pertanyaan untuk memberikan argumen tentang masalah yang diberikan guru. Ketiga, guru memberikan contoh-contoh kalimat ajakan.

Keempat, siswa memulai menulis dengan menyusun kerangka dengan bimbingan guru. Kelima, siswa mengembangkan kerangka menjadi tulisan teks persuasif. Keenam, siswa yang selesai lebih awal diberi kesempatan untuk membacakan di depan kelas.

Baca juga:  Pembelajaran Akor Lewat Espega Smart Tingkatkan Prestasi Peserta Didik

Ketujuh, guru memberikan penguatan terhadap tulisan siswa yang membaca didepan maupun tidak membacakan. Kedelapan, guru mengakhiri pembelajaran dengan menyimpulkan hasil pembelajaran, serta memberikan beberapa tugas mandiri sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan siswa.

Dari langkah-langkah di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan motode resitasi yang penulis terapkan pada siswa kelas VIII di MTs N 3 Demak, maka pembelajaran meningkat drastis dengan diperoleh hasil yang sangat memuaskan. Metode ini pun dapat dimanfaatkan pula pada kegiatan pembelajaran dalam bidang studi selain mapel Bahasa Indonesia. (wa1/aro)

Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 3 Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya