alexametrics

Penggunaan Model Think Pair Share untuk Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Oleh: Uswatun Khasanah, S. Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Proses pembelajaran akan berlangsung secara efektif apabila didukung oleh motivasi belajar yang kuat dan siswa. Teori-teori belajarapa pun apabila didukung oleh motivasi belajar yang tinggi dalam proses pembelajaran, maka akan memperoleh hasil yang maksimal. (S. Nasution:2004). Pada tataran realitas, melalui survei awal ditemukan bahwa secara umum siswa kelas VII A SMP Negeri 6 Petarukan masih banyak mengalami kesulitan dan tingkat motivasi yang rendah dalam mempelajari IPA pada materi Tekanan pada Zat. Indikasi itu terlihat dari beberapa segi, antara lain dalam hal kepemilikan buku pelajaran hanya 25 persen siswa yang memilikinya.

Siswa yang mau bertanya pada teman tentang materi IPA baru mencapai 31,25 persen. Siswa yang mau bertanya kepada guru sebesar 18,75 persen. Siswa yang selalu mengulang pelajaran IPA di rumah berkisar 3,125 persen.Siswa yang selalu tepat waktu mengumpulkan tugas IPA 25 persen. Siswa yang mengganggap materi IPA sangat sulit sebanyak 40,625 persen. Siswa yang sangat serius mengikuti pelajaran IPA hanya 6,25 persen, dan siswa yang mengaku rugi jika tidak mengikuti materi pelajaran IPA hanya sebanyak 75 persen.

Baca juga:  Belajar Siklus Biogeokimia Mudah dengan Media Flip Chart

Dengan fakta tersebut, maka penulis sebagai guru IPA berpikir untuk mencoba menerapkan model pembelajaran Think Pair Share dalam rangka meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar, sehingga diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Think-Pair-Share (TPS) atau Berpikir – Berpasangan – Berbagi merupakan jenis cooperative learning yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-5 orang) dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif dari pada penghargaan individu.

Model pembelajaran Think-Pair-Share adalah salah satu model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada setiap siswa untuk menunjukkan partisipasi kepada orang lain. Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran Think-Pair-Share adalah:1) guru membagi siswa dalam kelompok berempat dan memberikan tugas kepada semua kelompok, 2) setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas tersebut sendiri, 3) siswa berpasangan dengan salah satu rekan dalam kelompok dan berdiskusi dengan pasangannya, 4) kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok berempat. Siswa mempunyai kesempatan untuk membagikan hasil kerjanya kepada kelompok berempat (Lie, 2004: 58).

Baca juga:  Permainan Emoji Menambah Vocabulary Adjective

Think-Pair-Share memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisi tuntuk member siswa waktu lebih banyak untuk berpikir menjawab, dan saling membantu satu sama lain (Nurhadi dkk, 2003 : 66). Sebagai contoh, guru baru saja menyajikan suatu topik atau siswa baru saja selesai membaca suatu tugas, selanjutnya guru meminta siswa untuk memikirkan permasalahan yang ada dalam topik/bacaan tersebut. Dalam model ini, guru meminta siswa untuk memikirkan suatu topik, berpasangan dengan siswa lain dan mendiskusikannya, kemudian berbagi ide dengan seluruh kelas. Tahap utam adalam pembelajaran Think-Pair-Share menurut Ibrahim (2000: 26-27) adalah sebagai berikut: Tahap 1: Thingking (berpikir). Guru mengajukan pertanyaan atau isu yang berhubungan dengan pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan atau isu tersebut secara mandiri untuk beberapa saat.

Tahap 2: Pairing. Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa lain untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya pada tahap pertama. Dalam tahap ini, setiap anggota pada kelompok membandingkan jawaban atau hasil pemikiran mereka dengan mendefinisikan jawaban yang dianggap paling benar, paling meyakinkan, atau paling unik.Biasanya guru memberiwaktu 4-5 menit untuk berpasangan.

Baca juga:  Model VAK Efektif dalam Pembelajaran Reproduksi Tumbuhan

Tahap 3: Sharing (berbagi). Pada tahap akhir, guru meminta kepada pasangan untuk berbagi tentang apa yang telah mereka bicarakan. Dalam seluruh kelas dapat dilakukan dengan yang secara sukarela bersedia melaporkan hasil atau bergiliran pasangan demi pasangan hingga pasangan telah mendapat kesempatan untuk melaporkan. Kegiatan “berpikir-berpasangan-berbagi” dalam Think-Pair-Share memberikan keuntungan siswa secara mengembangkan pemikirannya masing-masing karena berpikir (think time), sehingga kuat atas jawaban juga dapat meningkat.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa aktivitas belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share lebih tinggi dari pada aktivitas belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share lebih tinggi dari pada hasil belajar IPA siswa dengan penerapan model pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share terbukti efektif terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. (ump1/aro)

Guru IPA SMP Negeri 6 Petarukan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya