alexametrics

Mengembangkan Literasi Informasi

Oleh : Yaculine, S.Sos

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Literasi memiliki berbagai makna baru pada abad ke-21. Secara tradisional, literasi dipandang sebagai kemampuan membaca dan menulis. Orang dikatakan literat adalah yang mampu membaca dan menulis atau bebas buta huruf. Selanjutnya pengertian literasi lebih berkembang menjadi kemampuan membaca, menulis, berbicara dan menyimak (Yunus Abidin 2015: 49).

Literasi informasi dapat juga diartikan dengan learning to learn (belajar untuk belajar) and to critical thingking (berpikir kritis). Merupakan kemampuan untuk melakukan knowledge management dan kemampuan untuk belajar terus-menerus.
Literasi informasi, merupakan kemampuan seseorang untuk mengetahui secara kritis mengapa, kapan, dan bagaimana menggunakan beragam informasi dalam beragam format (Kubey, 2004).

Literasi perpustakaan. Pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.

Di era milenial atau generasi Z yang semua orang menggunakan gadget merupakan tantangan bagi perpustakaan dan pustakawan untuk melakukan terobosan agar perpustakaan tetap menjadi salah satu sumber informasi yang tepat dan akurat bagi pemustaka. Untuk itu perpustakaan dan pustakawan harus terus melakukan inovasi-inovasi.

Baca juga:  Serunya Belajar Lompat dengan Metode Example Non-Example

Peran perpustakaan di era 4.0 (Kanti W. Janis, 2018) antara lain sebagai ujung tombak utama dalam menyokong masyarakat digital. Menjadi tempat teknologi terbaru diimplementasikan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat peminjaman buku, tetapi juga menjadi ruang kreatif, tidak hanya bagi individu, tetapi bagi tim. Pertemuan para pelaku multidisiplin ilmu. Seperti penulis, seniman, musisi, ahli TI, dan lain-lainnya dan pusat kegiatan masyarakat, serta pusat validasi informasi.

Ke depan kecakapan literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi budaya dan kewarganegaraan akan menjadi kontribusi positif dalam menciptakan tenaga kerja terampil dan berkeahlian dan juga menumbuhkan kretivitas dan menciptakan inovasi terbaru.

Yunus Abidin (dalam Binkley, et-al 20012: 18-19) menyatakan dan mengorganisasikan sepuluh keterampilan yang harus dimiliki ke dalam empat kelompok. Pertama, keterampilan cara berpikir meliputi, kreativitas dan inovasi, berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan, belajar untuk belajar, metakognisi. Kedua, keterampilan cara bekerja, meliputi komunikasi, kolaborasi. Ketiga, alat untuk bekerja meliputi literasi informasi, literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Keempat, keterampilan berkehidupan meliputi sikap kewarganegaraan, baik dalam lingkup lokal maupun global.

Baca juga:  Wali Kota Magelang Izinkan Gelaran Olahraga, Asal Taat Prokes

Berkehidupan dan berkarir, responsibilitas personal dan sosial, termasuk kesadaran atas kompetensi dan budaya. Seluruh keterampilan di atas memiliki wadah besar yang memayungi, tiga literasi dasar, yaitu literasi membaca, menulis, dan aritmetika.

Peran perpustakaan dalam meningkatkan literasi digital pemustaka/masyarakat dengan dua acara. Pertama peningkatan layanan informasi di antaranya, penambahan jumlah komputer, layanan internet/menyediakan wifi dengan kapasitas bandwith yang besar, menyediakan buku digital. Kedua, kegiatan pelibatan masyarakat yaitu kegiatan pembelajaran terkait literasi digital (Bimtek SPPTIK22; Semarang 19-21 April 2022).

Terkait peningkatan layanan informasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang menyediakan layanan wifi di setiap sudut ruangan. Menambah jumlah komputer, dan layanan ebook atau iMagelang yang sejak 2017 sudah dilayangkan ke masyarakat. Ebook atau iMagelang ini merupakan layanan literasi informasi digital yang dapat diakses oleh siapapun di manapun, kapanpun. Tanpa mengenal batas jarak, waktu dan ruang selama 24 jam menggunakan HP Android. Terlebih dahulu unduh aplikasi iMagelang di Playstore.

Baca juga:  Penilaian Sikap dan Karakter Sulit Diterapkan saat BDR

Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang melakukan kegiatan keterampilan masyarakat. Seperti keterampilan penulisan ilmiah populer bagi pengelola perpustakaan se-Kota Magelang, pelatihan fotografer pesertanya masyarakat umum dan pengunjung dengan mengundang narasumber dari luar.

Ini bentuk dari literasi informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan mencapai kesejahteraan masyarakat, dan pemustaka sehingga tidak ketinggalan informasi. Perpustakaan Kota Magelang mengemban 2 misi. Yaitu memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. (*/lis)

Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya