alexametrics

Flipped Learning Media Blog, Meningkatkan Penguasaan Materi Peserta Didik saat Pandemi

Oleh: Mustajab, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sudah mulai mereda di tahun 2022. Namun menyisakan berbagai masalah terutama di sektor pendidikan. Dua tahun lamanya peserta didik mengikuti pembelajaran daring. Tahun 2022 pemerintah mengembalikan pembelajaran secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Pembelajaran tatap muka tahun ini tentu tidak sama dengan saat kondisi normal. Terutama alokasi waktu jam pelajaran berkurang sangat drastis. Pembelajaran dilakukan secara bergantian sesuai jadwal yang sudah disusun. Dalam satu pekan, peserta didik hanya masuk dua atau tiga hari di sekolah. Selebihnya pembelajaran tetap dilakukan di rumah.

Kondisi ini membuat peserta didik SMKN H. Moenadi Ungaran kesulitan untuk menguasai materi pelajaran. Oleh karena itu guru terus mencari model pembelajaran yang efektif dan efisien digunakan dalam kondisi tersebut.

Baca juga:  Orangtua sebagai Tim Harus Kompak Mendidik Anak

Salah satu model pembelajaran yang diharapkan bisa menjadi solusi adalah Flipped Learning dengan media blog yang berisi konten pelajaran Fisika. Menurut Bergmann & Sam (2012) Flipped Learning adalah pendekatan pedagogis inovatif yang berfokus pada pengajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan membalik sistem pembelajaran kelas tradisional yang selama ini dilakukan oleh pengajar.

Flipped Learning memiliki banyak manfaat (McLaughlin et al, 2014), seperti peserta didik akan memiliki pendapat positif dan terbuka pada insight baru, aktif, mandiri, dan kreatif serta lebih kritis menyikapi permasalahan kasus tertentu. Flipped Learning diterapkan dalam bentuk pembelajaran blended (daring dan luring) yang menggabungkan pembelajaran sinkron (synchronous) dengan pembelajaran mandiri yang asinkron (asynchronous).

Baca juga:  Tak Pernah Kalkulasi Keuangan, Pokoknya Diloske Wae

Pembelajaran sinkron secara tatap muka terjadi di dalam kelas. Peserta didik berinteraksi dengan guru dan teman sekelas. Sedangkan, pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang sifatnya lebih mandiri. Materi pelajaran diakses melalui media blog yang dibuat oleh guru. Peserta didik dapat memilih kapan mereka belajar dan juga mereka dapat mengajukan pertanyaan di kolom komentar.

Langkah-langkah Flipped Learning pertama guru membuat konten pelajaran Fisika di blog kemudian menugaskan peserta didik mengakses blog dan mempelajari materi yang tertuang di blog. Blog berisi materi pelajaran dan soal latihan. Jika peserta didik kurang bisa memahami materi bisa mencari referensi lain baik berupa teks maupun video.

Kedua, Mendampingi peserta didik secara daring melalui aplikasi messenger. Jika ada pertanyaan yang ingin segera dibalas. Ketiga, saat pembelajaran tatap muka di sekolah, guru membahas materi yang telah dipelajari peserta didik di blog. Kemudian memberikan kesempatan mereka bertanya karena bisa jadi ada beberapa siswa yang lebih nyaman ketika bertanya secara langsung di kelas. Peserta didik bisa berdiskusi dalam kelompok dan guru berperan sebagai fasilitator. Keempat, jika materi sudah selesai guru akan melakukan evaluasi.

Baca juga:  Kurikulum Masa Pandemi Harusnya Disederhanakan

Dengan Flipped Learning, peserta didik lebih mudah menguasai materi pelajaran. Guru bisa mengoptimalkan waktu di dalam kelas untuk mengatasi sedikitnya jam pelajaran karena pandemi. Flipped Learning tetap relevan diterapkan dalam kondisi normal ketika pandemi sudah berakhir. (tt2/fth)

Guru Fisika SMKN H. Moenadi Ungaran, Kab. Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya