alexametrics

Supervisi Teknik Observasi melalui Google Classroom Efektif Tingkatkan Kompetensi Guru

Oleh : Dra. Aning Sulistyawati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Masa pembelajaran jarak jauh lambat laun sudah berubah ke pertemuan tatap muka terbatas. Namun, sarana pembelajaran dalam jaringan juga masih dimanfaatkan oleh sebagian guru. Sarana tersebut mempermudah untuk menyampaikan media ajar berbasis online. Guru dituntut kreatif dan inovatif dalam menyajikan pembelajaran sehingga murid dapat mencapai pemahaman sesuai capaian pembelajaran yang sudah ditentukan.

Sudah seharusnya seorang guru memiliki kompetensi-kompetensi yang ada sebagai prasyarat menjadi guru. Rumusan kompetensi guru yang dikembangkan di Indonesia sudah tertuang dalam Undang-undang No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru.

Membahas tentang pembelajaran jarak jauh dapat diartikan pendidikan yang diajarkan dari jarak jauh, tanpa ruang kelas secara fisik. Historisnya, istilah dari pembelajaran jarak jauh terkait dengan program perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswanya belajar dari jarak jauh. Sekarang, pembelajaran jarak jauh tidak hanya berlaku bagi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi, namun juga siswa sekolah menengah atas, menengah pertama dan sekolah dasar. Menurut Permendikbud Nomor 24 pasal 2 disebutkan fungsi diadakannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai bentuk pendidikan bagi peserta didik yang tidak dapat mengikuti pendidikan tatap muka tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Baca juga:  Pemkab Magelang Tak Mau Buru-Buru PTM Penuh

PJJ bertujuan meningkatkan perluasan dan pemerataan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan relevan sesuai kebutuhan. Dilanjut di pasal 3 dijelaskan PJJ mempunyai karakteristik terbuka, belajar mandiri, belajar tuntas, menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, menggunakan teknologi pendidikan lainnya dan atau pembelajaran terpadu perguruan tinggi.

Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan melalui penggunaan media berbasis teknologi adalah model blended learning. Menurut Driscol (2002) blended learning merupakan pembelajaran yang mengombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan.

Thorne (2013) mendefinisikan blended learning sebagai campuran dari teknologi e-learning dan multimedia, seperti video streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisional pelatihan di kelas.

Baca juga:  Orang Tua Pegang Kunci Sukses PJJ

SDN Negeri Secang 2 memanfaatkan Google Classroom untuk melaksanakan proses blended learning. Google Classroom (Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan. Dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan menggolong-golongkan setiap penugasan tanpa kertas (Julia, Mahrita 2019:156).
Google Classroom merupakan sebuah aplikasi yang memungkinkan terciptanya ruang kelas di dunia maya. Selain itu, Google Classroom bisa menjadi sarana distribusi tugas, submit tugas bahkan menilai tugas-tugas yang dikumpulkan (Herman dalam Hammi, 2017).

Fitur-fitur dalam aplikasi Google Classroom seperti reuse post, create question, create assignment, create announcement dapat digunakan peserta didik untuk mengunggah kembali beberapa file, memberi ruang diskusi, memberi pengumuman, pendistribusian tugas dan materi pembelajaran, pengumpulan tugas sampai guru dapat melihat siapa saja yang sudah mengumpulkan tugas.

Baca juga:  Metode Make a Match untuk Meningkatkan Motivasi Belajar PKn

Selain itu file yang dapat diunggah juga tidak dibatasi formatnya. Semua file tetap bisa diunggah seperti word, power point, PDF, video, atau berupa link juga bisa digunakan (Wulansari, Erina 2018:22).

Melalui aplikasi ini mempermudah kepala sekolah dalam melakukan supervisi. Kepala sekolah dapat melakukan observasi melalui kelas-kelas yang sudah dibuat oleh guru. Guru akan berinovasi dalam ruang google classroom dalam menyajikan materi ajar, melakukan penilaian maupun penugasan. Sehingga supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah selain mudah juga dapat meningkatkan kompetensi pedagogi seorang guru. (mn/lis)

Kepala SDN Secang 2, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya