alexametrics

Penerapan Model PjBL pada Materi Sifat – Sifat Cahaya

Oleh : Indira Dwi Febriyani,S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran sains pada tingkat sekolah dasar (SD) dikenal dengan pembelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). IPA merupakan sebuah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan alam. Sehingga siswa-siswi sekolah dasar dapat memahami alam di sekitarnya. Mulai binatang, tumbuhan, tubuh manusia, bumi, langit, bintang di langit, dan sebagainya.

Materi pelajaran IPA untuk sekolah dasar masih bersifat pengenalan yang sederhana. Dengan memahami lingkungan alam sekitar dan dirinya sendiri. Siswa SD diharapkan dapat berlaku bijak dalam menghadapi fenomena alam atau apapun di sekitarnya. Pembelajaran IPA di SD sangat penting karena akan memberikan wawasan pengetahuan alam kepada siswa. Mereka dapat dirangsang untuk melakukan pengamatan maupun riset terhadap di alam sekitar secara ilmiah, logis dan terencana.

Baca juga:  Belajar IPA di Rumah, Olah Tanaman Herbal untuk Tingkatkan Imun

Kelas IV SDN 1 Sambongsari Pembelajaran IPA Pada K.D. 3.7 Menerapkan sifat – sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera masih menggunakan metode kontekstual. Sehingga membuat siswa kurang aktif. Oleh karena itu, perlu inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik. Salah satunya dengan menggunakan model Project based learning (PjBL).

Menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penerapan project based learning yang baik dapat memberikan kemampuan bermanfaat bagi peserta didik. Keberhasilan metode ini terjadi ketika peserta didik mendapatkan motivasi tinggi, aktif dalam pembelajarannya, dan menghasilkan hasil kerja berkualitas tinggi.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi Belajar Kimia melalui STEAM

Pembelajaran PJBL merupakan model belajar dimana guru hanya menjadi fasilitator. Sementara siswa diberikan kesempatan melakukan pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan pengetahuan baru. Berdasarkan pengalamanya dalam beraktivitas secara nyata.

Model ini sangat cocok digunakan pada materi sifat – sifat cahaya dan keterkaitannya dengan indera. Guru tidak hanya sekedar mengajarkan dengan teorinya saja. Tetapi siswa ikut aktif dalam pembelajaran dengan praktek langsung. Sehingga siswa lebih aktif, pembelajaran menyenangkan dan hasilnya lebih maksimal. Pengetahuan yang diterima siswa akan tahan lama. (kd/fth)

Guru Kelas IV SDN 1 Sambongsari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya