alexametrics

Meningkatkan Partisipasi Belajar dengan Metode Small Group Discussion

Oleh : Muh Nashoha, S.Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mempunyai peran dan posisi sentral dalam membentuk pribadi beriman, bertaqwa, santun, unggul dan berakhlaqul karimah. Sebab, cakupan materi luas meliputi aspek Alquran/Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fiqih dan Tarikh/Sejarah.

Namun mata pelajaran ini sering dianggap sepele peserta didik. Karena dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional yang berorientasi pada guru (teacher oriented). Sehingga tingkat partisipasi/keaktifan peserta didik rendah. Mereka hanya duduk dan mendengarkan ceramah guru yang berimplikasi pada kurang maksimalnya pencapaian hasil belajar peserta didik. Tidak terkecuali di SMPN 1 Pageruyung Kendal.

Pada proses pembelajaran bab Menghiasi Pribadi dengan Beramal Saleh dan Berbaik Sangka, kelas VIII semester 2 SMPN 1 Pageruyung Kendal, penulis menerapkan model pembelajaran inovatif. Berorientasi pada peserta didik (student oriented) yang mengacu pada Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan (PAIKEM) dengan menggunakan metode Small Group Discussion. (Ismail SM,2008).

Baca juga:  Mudah Pahami Belajar PAIBP melalui Model PAIKEMI

Small Group Discussion diartikan sebagai kelompok diskusi kecil untuk saling bertukar pendapat dalam memecahkan masalah. Dengan metode ini diharapkan peserta didik dapat lebih mandiri dan aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga hasil belajar dapat dicapai maksimal. Dalam Small Group Discussion, peserta didik dirangsang mengeksplorasi gagasan, meningkatkan pemahaman hal-hal baru, tehnik memecahkan masalah, mendorong berpikir dan berkomunikasi secara efektif, memperbaiki kerja sama kelompok dan meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pengambilan keputusan. (Djamarah,2008:159).

Langkah-langkah menerapkan metode Small Group Discussion: pertama, membagi kelas menjadi beberapa kelompok (maksimal 5 peserta didik) dengan ketua dan sekretaris. Kedua, Berikan soal studi kasus sesuai Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). Ketiga, Instruksikan setiap kelompok mendiskusikan jawaban soal. Keempat, Pastikan setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi. Kelima, Instruksikan setiap kelompok melalui juru bicara menyajikan/mempresentasikan hasil diskusi dalam forum kelas. Keenam, Guru melakukan klasifikasi, membuat simpulan dan melakukan tindak lanjut. (Ismail SM,2008:87-88)

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Permintaan, Penawaran, dan Keseimbangan Pasar dengan Tutor Sebaya

Kelebihan metode Small Group Discussion adalah mampu meningkatkan keaktifan/partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran, menumbuhkan sikap toleransi, kepekaan sosial dan jiwa demokrasi peserta didik, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bertukar pikiran, saling memberi ide, saran/masukan serta meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Sementara kelemahan metode ini diantaranya memerlukan waktu lama dalam pelaksanaannya, menimbulkan ketergantungan pada kelompoknya, terjadinya dominasi dari kelompok yang satu terhadap kelompok lain dan untuk guru metode ini akan menyulitkan dalam mengelola iklim kelas.

Untuk mengatasi berbagai kelemahan tersebut, guru dapat melakukan hal-hal berikut: Memberi arahan peserta didik mengenai permasalahan yang akan didiskusikan, guru bertindak sebagai pengatur lalu lintas (semacam moderator) agar diskusi berjalan lancar dan terarah, guru berperan sebagai dinding penangkis, maksudnya guru menampung beragam pertanyaan yang muncul dan membiarkan peserta didik saling memberi jawaban. Jika ada jawaban salah atau tidak sesuai guru dapat menangkisnya dengan memberikan jawaban yang benar.

Baca juga:  Asyik Belajar Iman Qada dan Qadar dengan Metode Everyone is a Teacher Here

Terlepas kelebihan dan kekurangan, penulis merasakan metode Small Group Discussion cukup efektif menumbuhkan semangat dan keaktifan/partisipasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu mampu menumbuhkan keterampilan memecahkan masalah terkait materi pokok dan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. (igi1/fth)

Guru PAIBP SMPN 1 Pageruyung Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya