alexametrics

Terampil Menulis Puisi Pengalaman Pribadi dengan Strategi Critical Incident

Oleh : Rubini,S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kebanyakan orang, beranggapan tugas guru hanya mengajar. Sejatinya sebelum guru mengajar, banyak persiapan yang dilakukan. Salah satunya menerapkan strategi pembelajaran yang cocok agar hasil belajar dapat tercapai. Sehingga mutu pendidikan lebih baik.

Keaktifan dan keberhasilan proses pembelajaran tidak lepas dari kemampuan pendidik dalam memilih strategi. Guru hendaknya memilih strategi yang melibatkan sekaligus mengaktifkan peserta didik. Baik mental, fisik, maupun social. Jika materi disajikan dengan strategi menarik, akan menimbulkan semangat dan antusias peserta didik dalam belajar. Strategi pembelajaran merupakan komponen penting dalam menunjang hasil belajar.

Menurut Anwar (2018:90) strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah umum dalam suatu kegiatan belajar yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Agar proses pembelajaran berjalan aktif, efisien, mudah dimengerti serta menyenangkan, diperlukan strategi pembelajaran tepat. Tidak terkecuali Materi kelas X tentang menulis puisi.
Dari materi ini Capaian Pembelajaran ( CP ) Menulis dan Alur Tujuan Pembelajaran ( ATP ) diharapkan siswa dapat menulis puisi. Menurut Waluyo (dalam Dani,2013:9) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan,dipersingkat,dan diberi rima dengan bunyi padu dan pemilihan kata-kata kias 9 imajinatif.

Baca juga:  Penanaman Nilai-Nilai Karakter Berbasis Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Saat ini banyak siswa malas menulis karena bingung apa yang akan ditulis. Menulis puisi merupakan kegiatan yang penting. Karena siswa dapat mencurahkan apa yang dirasakan lewat tulisan. Sebagai guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Semarang penulis memiliki strategi pembelajaran agar pembelajaran bahasa Indonesia tidak dianggap membosankan dan membuat siswa malas menulis. Yakni dengan menerapkan Critical Incident menulis puisi pengalaman pribadi. Penulis ingin meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa.
Puisi harus diciptakan dalam suasana yang sungguh-sungguh. Puisi diciptakan bukan hanya sebatas untuk dibaca. Tetapi harus memahami makna yang tersirat. Setiap puisi hendaknya memiliki makna mendalam yang dapat mengutarakan perasaan secara tidak langsung. Alangkah baiknya ketika membaca puisi siswa memahami makna puisi. Supaya dapat merasakan apa yang dirasakan penyair saat menulis.

Baca juga:  Penggunaan Kartu Masalah dalam Pembentukan Berpikir Kritis Siswa

Strategi Critical Incident merupakan strategi pembelajaran yang proses pembelajarannya diarahkan mengaktifkan pembelajaraan dalam membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap berdasarkan hasil pengalaman penting yang dimiliki seseorang. Menurut Amri (2015:49) Critical Incident merupakan strategi yang digunakan guru saat akan memulai pembelajaran. Tujuannya melibatkan siswa sejak dari awal pembelajaran dengan melihat dari sisi pengalaman mereka dengan cara menyampaikan kepada siswa topik atau materi yang dipelajari.

Saat memulai pembelajaran materi puisi, penulis memberi kesempatan beberapa menit kepada siswa untuk mengingat-ingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan. Kemudian penulis menanyakan pengalaman yang mereka tidak terlupakan. Dari pengalaman itulah, penulis memulai proses pembelajaran dengan mengaitkan berbagai pengalaman siswa dalam materi puisi.

Baca juga:  Pembelajaran Teks Prosedur lewat Pembuatan Ecobrick

Dengan strategi Critical Incident, kemampuan siswa kelas X SMK Negeri 1 Semarang dalam menulis puisi meningkat. Kreativitas siswa berkembang. Strategi ini merupakan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan hasil belajar siswa. Selanjutnya penulis senantiasa memperhatikan proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan strategi Critical Incident agar siswa tidak jenuh dan tetap antusias dalam pembelajaran. (*/fth)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya