alexametrics

Media Kartu Huruf Tingkatkan Motivasi Anak dalam Membaca Permulaan

Oleh : Sri Jumiyati S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEORANG anak yang lahir ke dunia ini memiliki potensi. Salah satunya adalah bahasa. Dengan bahasa akan membantu anak untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Dalam berbahasa ada empat komponen yang harus dikuasai, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut mempunyai hubungan yang sangat erat. Salah satu keterampilan yang sangat diperlukan pada tahap awal pendidikan adalah keterampilan membaca.

Tahap awal pada sekolah dasar (SD) kelas awal adalah membaca permulaan. Di tahap ini siswa masih membutuhkan pembelajaran yang konkret dan mereka masih belajar sambil bermain. Membaca permulaan di kelas I hanya mengenal huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana saja. Sedang untuk pembelajaran di SD dilaksanakan sesuai dengan perbedaan atas kelas rendah dan kelas tinggi. Pelajaran di kelas rendah biasanya disebut pelajaran membaca permulaan, sedangkan di kelas tinggi disebut pelajaran membaca lanjut. Sedangkan membaca sebagai produk mengacu pada konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan pada saat membaca (Puji Santosa dkk, 2005:6.3).

Baca juga:  Strategi Gula Kopi Meningkatkan Kompetensi Gerak Tari Siswa

Mengembangkan aspek kemampuan membaca permulaan, hendaknya dilakukan melalui aktivitas belajar sambil bermain, agar anak tertarik dan termotivasi dalam belajar membaca. Menurut Maimunah Hasan (201:315), para pengajar atau orang tua yang membimbing anak hendaknya menjauhkan cara mengajar yang bersifat memaksa. Kegiatan belajar membaca anak kecil hendaknya bersifat kegiatan yang menyenangkan.

Dalam kegiatan membaca permulaan yang perlu diperhatikan adalah penggunaan metode dan media pembelajaran. Fungsi penggunaan media haruslah sejalan dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Jika media yang digunakan itu sesuai dengan materi pembelajaran yang akan diajarkan, maka siswa akan mudah memahami pelajaran. Saya selaku guru kelas 1 SDN Boyolali, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, menggunakan media kartu huruf dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas tersebut.

Baca juga:  Media Audio Visual yang Mengasyikkan bagi Siswa

Pendapat Suyanto (2012:108), melalui media kartu huruf yang diimplementasikan melalui permainan dapat merangsang anak lebih cepat mengenal simbol–simbol huruf, mengingat huruf, dan anak mudah mengeja suku kata dan kata. Ini membuat minat anak semakin kuat untuk bereksplorasi dalam menemukan kosa kata baru, dengan cara merangkaikan simbol–simbol huruf tersebut.

Maimunah Hasan (2009:66) dalam Trisniwati 2014 menyatakan, beberapa manfaat yang dapat diambil dari penggunaan kartu huruf yaitu, dapat membaca dengan mudah (pembelajaran dengan menggunakan media ini adalah menggabungkan dan membaca huruf menjadi suku kata, kata, dan kalimat sederhana), media kartu huruf dapat mengembangkan kemampuan otak kanan karena dapat melatih kecerdasan emos, kreatif itasintuitif.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Tolak Peluru Gaya Menyamping dengan Modifikasi Alat

Adapun kelebihan media kartu huruf yaitu sifatnya konkret, sangat cocok untuk pembelajaran membaca permulaan karena mereka sangat membutuhkan media yang konkret, bisa dibuat sendiri sesuai dengan tema pembelajaran, dan bahannya relatif murah. Dengan adanya kelebihan itu, diharapkan anak menjadi pintar dalam memahami huruf, suku kata, dan kata, sehingga dapat dijadikan sebagi metode belajar membaca permulaan yang tepat. Adapun kelemahan media kartu huruf yang menekankan persepsi indera mata, ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media kartu huruf sangat bermanfaat bagi perkembangan membaca anak, dengan menggunakan media kartu huruf, anak mudah dalam mengingat huruf, mudah mengeja kata, dan meningkatkan minat belajar siswa. (kj1/ida)

Guru SDN Boyolali, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya