alexametrics

Sukseskan Pembelajaran Daring dengan Media Book Creator

Oleh : Firda Indira Rosandi S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MESKI dalam lingkup Sekolah Dasar (SD), tentunya tidak asing dengan istilah Revolusi Industri 4.0. Di mana hampir semua pekerjaan dibantu dengan sebuah mesin dan Artificial Intelligence (AI).

Artificial intelligence (AI) menurut John McCarthy (2007) merupakan suatu ilmu dan teknik dalam menciptakan mesin yang bersifat cerdas. Terutama dalam menciptakan program atau aplikasi komputer cerdas. Tak luput dari itu, semua dalam masa pandemi Covid-19 disandingkan dengan beberapa model pembelajaran yang saat ini diadopsi dengan daring maupun luring.

Untuk itu, sebagai pendidik yang berorientasi Revolusi Industri 4.0 tentunya sebisa mungkin pendidik dituntut berdampingan dengan media berbais digital yang akan membantu dalam mengatasi permasalahan pendidikan. Untuk itu dalam masa pembelajaran daring seperti yang dialami di sebagian wilayah di Indonesia, maka perlu pendidik atau guru yang menciptakan sebuah inovasi dalam pembelajaran daring.
Ada beberapa model pembelajaran yang diadopsi dalam masa pandemi Covid-19 seperti ini. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi web e book atau disebut Book Creator. Book Creator merupakan aplikasi yang dirancang untuk membuat buku berbasis e modul.

Baca juga:  Tingkatkan Pemahaman Imunisasi Siswa Kelas Rendah dengan Metode Bercerita

Book creator dikatakan atraktif, karena tools yang tersedia tidak hanya berupa tulisan dan gambar layaknya buku bacaan biasa. Tetapi juga dapat menyisipkan record audio dan video. Tujuan pembuatan E-Book Creator sebagai media pembelajaran, yakni memudahkan proses pembelajaran bagi guru kepada peserta didik dalam memberikan bahan materi atau bacaan dan tugas secara online secara atraktif.
Dengan ini, guru bisa berkreasi dan berinovasi dengan mengintegrasikan teks dan video pembelajaran dengan menyertakan tautan ke aplikasi YouTube.

Tak hanya itu juga, peserta didik juga dapat mengakses pembelajaran secara praktis dan tentunya tidak membosankan. Karena Book Creator dirancang untuk memudahkan peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran tematik. Dalam hal ini penulis yang kebetulan sebagai wali kelas 5 telah menerapkan teknik ini. Alhasil peserta didik yang semula pasif di grup whatsapp/telegram, setelah diberikan beberapa materi tematik Book Creator, mereka mulai menjadi aktif dalam menyampaikan pendapatnya masing-masing. Tak hanya materi dan video saja, guru pun bisa mengintegrasikan dengan beberapa tools, salah satunya dengan menambahkan opsi kuis ataupun LKPD di bagian akhir materi.

Baca juga:  Make A Match Tingkatkan Minat Belajar Proklamasi Kemerdekaan

Misalnya salah satu sub tema dua materi memahami pola lantai tari kreasi daerah, di sini guru telah membuat e book dengan mencantumkan materi tersebut dengan cara men-download aplikasinya. Setelah di-install dan dibuat, lalu guru memberikan tautan materi book creator tersebut di dalam grup whatsapp/telegram. Setelah guru memberikan petunjuk cara penggunaannya kepada peserta didik, lalu mereka mulai me-review dan mereka mulai membaca dan melihat video yang telah dibuat guru.

Akhir pembelajaran mereka mengerjakan beberapa LKPD yang sudah disiapkan di bagian akhir book creator. Guru memberikan refleksi dan membahas sebagian dari jawaban beberapa peserta didik yang telah dikoreksi oleh guru. Siswa dan guru berinteraksi di grup dan guru mempersilahkan semua siswa untuk bertanya secara tertulis di grup. Untuk selanjutnya ditindaklanjuti ketika pembelajaran luring di sekolah. Dengan adanya media ini, diharapkan guru dan siswa stabil dalam keaktifan dan mampu mensukseskan indikator ketercapaian kurikulum prototype yang sedang dilaksanakan pada saat masa pandemi Covid-19 ini. (pb2/ida)

Baca juga:  Mental Training Membentuk Anak Berprestasi di Bidang Olahraga

Guru SD Negeri 1 Karangjambu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya