alexametrics

Pentingnya Keterlibatan Orang Tua pada Pembelajaran Daring

Oleh : Wiwit Helimawatiningsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 telah memberikan gambaran atas keberlangsungan dunia pendidikan di masa depan melalui bantuan dan pemanfaatan teknologi. Namun, teknologi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran tenaga pendidik dan interaksi antara pelajar dan pengajar. Sebab edukasi bukan sekedar memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang nilai, kerja sama, serta kompetensi. Lebih mendalam seperti aspek psikologis dan sosiologis yang dihasilkan dari interaksi pembelajaran secara langsung. Situasi pandemi ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap individu untuk menumbuhkan kreativitas dalam menggunakan teknologi untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Masa pandemi Covid-19 ini dapat melatih serta menanamkan kebiasaan menjadi pembelajar mandiri melalui berbagai kelas daring atau webinar yang diikuti oleh setiap pelajar. Selain itu, siswa juga dapat bekerja sama dengan orang tua untuk menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran serta menghadapi permasalahan nyata yang ada. Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi siswa, namun juga para guru dalam menyampaikan edukasi dimana setiap pendidik perlu memastikan bahwa siswa memahami materi pembelajaran.

Baca juga:  Pembelajaran Daring yang Efektif selama Pandemi Covid-19

Upaya yang dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, berakibat pada pembatasan berbagai aktivitas termasuk di antaranya sekolah aktivitas Belajar Dari Rumah (BDR). Kebijakan ini memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah (kemdikbud.go.id, 2020). Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid selama BDR, namun juga pentingnya peran orang tua dalam pelaksanaan BDR.

Peran orang tua dalam mendampingi kesuksesan anak selama belajar di rumah menjadi sangat penting. WHO (2020) merilis berbagai panduan bagi orang tua dalam mendampingi anaknya selama pandemi ini berlangsung yang meliputi tips pengasuhan agar lebih positif dan konstuktif dalam mendampingi anak selama beraktivitas di rumah. Orang tua pada awalnya berperan dalam membimbing sikap serta keterampilan yang mendasar, seperti pendidikan agama untuk patuh terhadap aturan, dan untuk pembiasaan yang baik (Nurlaeni & Juniarti, 2017), namun perannya menjadi meluas yaitu sebagai pendamping pendidikan akademik.

Baca juga:  Meningkatkan Kemandirian Siswa dengan Teknik Regulasi Diri

Peran orang tua yang muncul selama pandemi Covid-19 adalah sebagai pembimbing, pendidik, penjaga, pengembang. Berikut peran orang tua yang tercermin selama masa pandemi Covid-19, 1) menjaga dan memastikan anak untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. Salah satu yang dapat dilakukan orang tua dari para siswa yang ada di SD Negeri 2 Lamuk, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, adalah mengingatkan anaknya untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih dengan mengajarkan mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Graha (2007) perlakuan orang tua yang selalu memberikan pengertian dan latihan kepada anak tentang kebersihan dan kerapihan, akan dapat menjadikan anak selalu menjaga kebersihan diri. Oktaviani et al. (2017) menyatakan, orang tua memberikan kasih sayang kepada anaknya tidak hanya dalam bentuk pendidikan dan kepercayaan, tetapi juga selalu mengontrol perkembangan anaknya. Sebab anak bisa lebih cepat belajar dengan meniru, sehingga penting keteladanan dan pembiasaan yang diberikan oleh pengajarnya, khususnya orang tua.

2) Mendampingi anak dalam mengerjakan tugas sekolah. Peran orang tua selama masa BDR ini lebih membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah kepada siswa. 3) Melakukan kegiatan bersama selama di rumah. Momen ini memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk mempererat ikatan (bonding) satu dengan lainnya. 4) Menciptakan lingkungan yang nyaman untuk anak. Ini membuat suasana belajar yang menyenangkan selama di rumah, menumbuhkan budi pekerti, dan prestasi, penting dilakukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca juga:  Penguatan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Daring

5) Menjalin komunikasi yang intens dengan anak. Menurut Murtiningsih (2013) menjalin komunikasi yang dilakukan oleh orang tua dan anak menjadi hal penting. Dengan begitu akan mempererat hubungan orang tua dan anak. Melalui komunikasi, maka orangtua akan dapat mengetahui keinginan anak serta orangtua dapat menyampaikan yang diinginkan atau harapan serta dukungan kepada anak seperti pendidikan agama untuk patuh terhadap aturan dan untuk pembiasaan yang baik. (pb2/ida)

Guru SDN 2 Lamuk, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalinnga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya