alexametrics

HOTS Optimalkan Kemampuan Berpikir Peserta Didik

Oleh : Humam Kustanto, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sesuai amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam konteks ini guru/pendidik merupakan salah satu komponen penting untuk menyukseskan misi besar tersebut. Karena guru merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, melakukan bimbingan. Serta menilai atau mengevaluasi hasil pembelajaran yang telah terlaksana.

Salah satu metode pada proses penilaian/evaluasi pembelajaran pendidik biasanya menggunakan metode tes baik tes terulis, lisan, atau penilaian sikap untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Ada dua jenis atau tipe soal yaitu LOTS (Lower Order Thinking Skills) dan HOTS (Higher Order Thinking Skills). HOTS adalah jenis soal yang dalam pengerjaanya memerlukan kemampuan analisis yang tinggi. Istilah HOTS pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956 melalui buku Taksonomi Tujuan Pendidikan (Taxonomy of Educational Objectives).

Baca juga:  Solusi Mudah Selesaikan Soal HOTS Program Linear dengan Metode Polya

Dalam buku ini Bloom menjelaskan tentang tahap pembelajaran kognitif yang dibagi menjadi 6 tingkatan. Yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Tujuan adanya soal HOTS adalah untuk menguji kemampuan siswa mulai dari tingkat analisis sampai menciptakan. Di era globalisasi seperti sekarang ini sekat-sekat dunia sudah tidak ada lagi, dalam konteks pekerjaan berbagai orang dari berbagai negara sangat mungkin menjadi pesaing kita.

Sebagai negara yang masih tergolong negara berkembang, Indonesia perlu untuk meningkatkan kualitas SDM. Oleh karenanya setiap individu harus mempunyai kemampuan kognitif yang mumpuni dalam hal analisis, evaluasi, dan penciptaan hal-hal baru.
Pada soal-soal yang termasuk dalam kategori soal LOTS akan cenderung bersifat menggali kemampuan mengingat, memahami, dan menerapkan. Sedangkan soal-soal yang termasuk dalam kategori soal HOTS akan menggali kemampuan analisis, evaluasi, dan penciptaan dari seorang siswa.

Baca juga:  Mengembangkan Literasi Numerasi Berbasis HOTS

Anggapan kita selama ini bahwa soal HOTS itu lebih susah dari pada soal LOTS itu belum tentu benar karena relatif tergantung dari apa yang ditanyakan oleh soalnya. Tidak selamanya soal LOTS itu mudah dan soal HOTS itu susah. Karena kedua jenis soal tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda. Kok bisa begitu? Karena pada dasarnya soal LOTS itu adalah tipe soal yang karakteristik pengerjaannya lebih mengandalkan kemampuan menghafal. Sedangkan soal HOTS itu adalah tipe soal yang karakteristiknya cenderung mengandalkan kemampuan berpikir kritis dari siswa.

Penjelasan kenapa soal HOTS itu dianggap lebih sulit pada dasarnya adalah karena kebiasaan yang telah ada selama ini. Kebiasaan itu adalah banyak dari kita yang sudah terbiasa mengerjakan soal bertipe LOTS entah ketika masih di jenjang SD, SMP, SMA, ataupun perguruan tinggi. Oleh karenanya ketika menghadapi soal HOTS untuk pertama kali kebanyakan dari kita akan bilang bahwa soal HOTS itu sulit.
Beradasarkan pengalaman penulis mengujicobakan soal tipe HOTS untuk siswa kelas 5 SDN Treko 2 Kecamatan Mungkid pada setiap muatan pelajaran, ternyata hasilnya cukup memuaskan dan memenuhi target pembelajaran.

Baca juga:  Memotong Tuntas Cara Belajar Konvensional dengan Jigsaw

Untuk dapat menyelesaikan soal-soal tersebut peserta didik terbiasa secara tidak langsung harus melalui tahapan-tahapan sesuai dengan tahapan yang disampaikan dalam taksonomi Bloom pada kriteria soal HOTS. Semoga artikel ini bermanfaat utamanya bagi rekan-rekan pendidik dan harapannya dapat lebih memajukan dunia pendidikan. (mn/lis)

Guru SDN Treko 2, Kec. Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya