alexametrics

Pendekatan Kontekstual Tingkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD

Oleh: Eni Amiatun, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia untuk mengembangkan dirinya, sehingga mampu menjadi manusia yang berkualitas dan berpotensi serta mampu bersaing di era globalisasi. Untuk menempuh pendidikan harus dengan belajar. Salah satu belajar yang formal adalah di sekolah jenjang sekolah dasar (SD), yang merupakan kategori belajar awal anak secara formal.

Belajar merupakan hak dari seluruh warga masyarakat tidak terkecuali anak-anak SD yang notabene masih berpikir untuk bermain dan bersenang-senang. Sehingga taraf belajar anak SD dengan SMP memiliki perbedaan signifikan. Walaupun juga sangat banyak sekali persamaannya.

Belajar menurut Gagne (dalam Susanto, 2013: 1) adalah suatu proses dimana seseorang dalam belajarnya akan bisa berubah perilakunya akibat dari pengalaman yang dilakukannya. Sedangkan menurut Burton dalam Hosnan (2014: 3), belajar merupakan perubahan tingkah laku pada diri individu akibat interaksi antara individu dengan individu dan lingkungannya. Sehingga individu tersebut dapat berinteraksi dengan lingkungannya.

Baca juga:  Serunya Belajar Iman kepada Malaikat Allah dengan Metode TGT

Kunandar (2014: 62) berpendapat hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki oleh siswa baik kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotor. Kemampuan kognitif adalah pengetahuan yang mencakup kecerdasan bahasa dan logika siswa. Kita dapat menyimpulkan secara pasti bahwa untuk mengubah segala bentuk perilaku dapat dilakukan dengan belajar dan mengambil sisi baik dari pengalaman.

Dengan belajar kita juga dapat mendapatkan ilmu yang kita inginkan. Kita akan mengubah pola pikir sedikit demi sedikit. Pola pikir yang tertata akan membuat lebih dewasa dan dapat berpola pikir kritis. Adapun menurut Johnson (2007: 185), berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengatakan tentang suatu ide dengan percaya diri bahwa ide yang dipaparkan memiliki alasan yang logis dan bukti yang kuat. Pendapat tersebut diperkuat Ennis (dalam Susanto, 2013: 121) bahwa berpikir kritis merupakan suatu bentuk berpikir dengan tujuan memperoleh keputusan yang bisa masuk akal tentang kejadian atau masalah apa yang dilakukan.

Baca juga:  Snowball Throwing Tingkatkan Belajar Bilangan Bulat dan Pecahan

Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik yang erat hubungannya dengan angka dan bilangan.

Menurut Susanto (2013: 185) matematika adalah salah satu disiplin ilmu yang berisi bilangan-bilangan serta simbol-simbol dalam matematika yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.

Matematika adalah mata pelajaran yang pasti dan jelas hasilnya, tidak ada spekulasi apapun dalam menentukan hasil pekerjaan. Salah satu kompetensi dasar mata pelajaran matematika adalah perkalian. Perkalian sama dengan penjumlahan berulang.

Salah satu cara membantu siswa agar pelajaran matematika menjadi tidak sulit dan dapat meningkatkan hasil belajar materi operasi hitung perkalian adalah dengan model pendekatan pembelajaran konstekstual/CTL.

Pendekatan pembelajaran konstektual/CTL adalah konsep belajar yang dilakukan guru dengan cara mengaitkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan dengan menerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan metode kontekstual atau contextual teaching and learning, kelas 3 SD Negeri 2 Klinting dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis matematika pada materi operasi hitung perkalian dan pembagian. Dengan langkah-langkah sebagai berikut: relating, experiencing, cooperating, applying, transfering.

Baca juga:  Scientific Approach Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa SD

Selain itu, penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi operasi hitung perkalian dan pembagian. Hal ini dapat dilihat dari kondisi awal rata-rata sebelum digunakan model CTL masih di bawah KKM. Setelah menggunakan model pembelajaran kontekstual terjadi peningkatan.

Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas III SD Negeri 2 Klinting. Pembelajaran matematika menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual dan kemampuan berpikir kritis sangat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar.

Hal ini sangat perlu untuk disebarkan lagi ke seluruh pelaku pendidikan agar secara umum pendidikan di Indonesia terutama tingkat prestasi dan hasil belajar semakin meningkat. (*/lis)

Guru SDN 2 Klinting, Kec. Somagede, Kabupaten Banyumas

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya