alexametrics

Pramuka Tetap Jaya di Masa Pandemi

Oleh: Sri Sayuti, S.Pd.,M.Si.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN ekstrakurikuler memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah. Khususnya dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Ektrakurikuler merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah di luar jam sekolah. Tujuannya, memberikan pengaruh yang positif terhadap pembentukan kepribadian peserta didik. Menurut Joko (2010:26), ekstrakurikuler adalah salah satu perangkat operasional (supplement and complements) dalam kurikulum pendidikan nasional.

Ekstrakurikuler mencakup berbagai kegiatan yang bisa dilakukan di luar jam sekolah seperti olahraga, seni dan musik, paskibraka, pramuka, dan lain- lain. Tetapi, ekstrakurikuler yang paling banyak dapat menciptakan, mengembangkan, dan mencapai kepribadian peserta didik adalah ekstrakurikuler pramuka.

Sejak awal tahun 2020 lalu dunia dikejutkan dengan adanya virus yang mematikan yaitu Covid -19 yang mengakibatkan krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sektor pendidikan di sekolah mengalami dampak negatif dari meluasnya wabah virus korona. Begitu juga dengan kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan juga merasakan dampaknya.

Dengan adanya pandemi Covid -19 ini, kegiatan pramuka di SD Negeri Srondol Wetan 06 tidak dapat berjalan seperti biasa. Kamabigus maupun para pembina harus mencari alternatif kegiatan yang dapat dilaksanakan baik secara daring (online) maupun luring (offline). Hal ini ditempuh karena meskipun pandemi Covid -19, berbagai ajang lomba baik tingkat kwaran maupun kwarcab tetap dilaksanakan. Berbagai strategi kreatif menjadi pertimbangan utama dalam menyampaikan materi baik secara daring maupun luring agar rencana program kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat tercapai.

Baca juga:  Permudah Evaluasi Pembelajaran dengan Google Form

Pembina Pramuka SD Negeri Srondol Wetan 06 merancang kegiatan ekstrakurikuler pramuka melalui Google Meet berbasis keluarga. Salah satu kegiatan yang dimaksud adalah memberikan tugas yang dapat dikerjakan dengan bimbingan anggota keluarga sebagai pendamping.kegiatan Pramuka melalui Google Meet dilaksanakan setiap hari Jumat seusai jam belajar online. Para Pembina menggunakan waktu selama satu jam, untuk menyampaikan materi-materi kepramukaan baik tingkat siaga maupun penggalang. Sebelum pelaksanaan latihan para Pembina melakukan diskusi tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan berpedoman dengan program yang telah dibuat dengan didampingi oleh Kamabigus.

Untuk golongan Siaga Pembina memberikan materi sesuai dengan yang tertulis pada SKU. Latihan seperti membuat karya, bercerita, bernyanyi, dan bermain. Permainan mendidik yang bisa diterapkan di antaranya arah mata angin, origami, dan lain sebagainya. Peran pembina begitu dominan dalam proses pendidikan golongan ini.

Baca juga:  Guru Pendidikan Jasmani di Masa Pandemi

Pada golongan Penggalang, para pembina tidak perlu terlalu dominan dalam mengemas latihan. Tetapi mereka lebih banyak memberikan contoh dan praktik, seperti tata cara membuat pionering dan tali-temali yang dapat diterapkan di rumah. Peserta didik juga bisa diberikan tugas sebagai tantangan untuk memacu semangat berkompetisi, seperti membuat pionering untuk dalam kebutuhan sehari-hari. Semua tugas tersebut bisa diunggah di media sosial atau grup perpesanan.

Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak baik, yaitu pertama, menambah kedekatan dengan keluarga. Kedua, memanfaatkan momen di rumah saja. Ketiga, melatih kemampuan dan keterampilan para peserta didik secara langsung. Hasilnya sungguh luar biasa mendapat sambutan yang sangat baik dari para orang tua. Para orang tua sangat antusias berkegiatan dengan anak-anaknya saat kegiatan dilaksanakan secara daring. Hal ini tentu membuat para pembina terpacu dan bersemangat untuk merancang kegiatan alternatif lain yang dapat memotivasi orang tua dan siswa.

Baca juga:  Video Pembelajaran YouTube Efektifkan Pembelajaran di Masa Pandemi

Untuk kegiatan kepramukaan dengan urgensi tinggi misalnya di saat akan mengikuti lomba di tingkat Kwaran maupun kwarcab dilakukan secara luring. Kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan secara luring menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta kegiatan diharapkan dapat mawas diri dan tetap berhati-hati di lokasi kegiatan. Adapun hal-hal yang wajib dilakukan jika mengadakan kegiatan secara offline yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker, membawa bekal dari rumah, menggunakan peralatan pribadi.

Dengan menjalankan kegiatan kepramukaan baik secara daring maupun luring, SD Negeri Srondol wetan 06 Semarang dalam masa pandemi ini tetap bisa eksis di setiap lomba yang diselenggarakan baik tingkat Kwaran, Kwarcab. Maupun Daerah , dibuktikan dapat meraih juara 1 lomba Gudman (Gugus depan mantab) tingkat Daerah, juara 1 dan juara 3 Pa dan juara 2 dan 3 Pi Pesta Siaga tingkat Ranting, LCTP tingkat Ranting menjadi juara 2 dan 3 Pa, juara 2 dan 3 pi. (igi1/zal)

Kepala SD Negeri Srondol Wetan 06

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya