alexametrics

Peningkatan Kreativitas dan Sikap Ilmiah Siswa Belajar Hukum Kepler dengan GI

Oleh : Sri Anies Rahayu, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebagian siswa masih menganggap materi fisika merupakan pelajaran sulit. Permasalahan lain fisika merupakan pelajaran yang banyak hafalan dan terlalu banyak rumus. Sehingga tidak menyenangkan. Satu sisi, guru menyampaikan materi dengan metode ceramah.
Bervariasi prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yaitu kreativitas belajar, motivasi belajar, gaya belajar siswa, sikap ilmiah siswa, kemampuan mengajar guru, kebijakan pengelolaan sekolah, dukungan orang tua, bahkan pengaruh lingkungan sekolah dan lingkungan belajar siswa. Mutu pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran di sekolah. Baik model ataupun metode yang digunakan.

Di lapangan masih ditemukan siswa yang memiliki kreativitas belajar bervariasi dalam pembelajaran. Seperti di SMA N Wonosegoro dalam mata pelajaran fisika. Penulis mengambil materi Hukum Kepler dengan alasan materi berhubungan alam semesta. Dimana siswa dapat langsung melihat berbagai kejadian alam. Siswa menyatakan pelajaran fisika dianggap susah.

Baca juga:  Meningkatkan Jiwa Wirausaha dengan Project Based Learning

Mengajar bukan sekedar proses menyampaikan ilmu pengetahuan. Tetapi mengandung terjadinya proses interaksi manusiawi dengan aspeknya yang cukup kompleks. Pembelajaran juga merupakan suatu kombinasi yang tersusun dari berbagai unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan.

Penulis menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Bentuk pembelajaran kooperatif menekankan partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia. Siswa dilibatkan mulai perencanaan, baik dalam menentukan topic maupun cara untuk mempelajari melalui investigasi. Udin S. Winataputra. 2001 :75 menyatakan pembelajaran GI terdapat tiga konsep utama. Yaitu penelitian atau inkuiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group.

Baca juga:  Menulis Macapat Lebih Greget dengan Teknik Pancing Nganbung Gula

Sementara Teguh Sugiyarto dan Eny Ismawati (2008), mengatakan, metode dan sikap ilmiah merupakan suatu perangkat untuk memecahkan suatu masalah, mengetahui penyebab sehingga memiliki kesimpulan yang dapat masuk akal dan dapat dipercaya.

Berdasarkan pengamatan rasa ingin tahu siswa tinggi, jujur, terbuka, toleran, optimis dan pemberani. Dalam proses pembelajaran, siswa memberikan respon positif melalui model GI. Pembelajaran kooperatif siswa dituntut mampu mengelola informasi baik dari hasil diskusi, dan siswa menganggap tugas dari guru sebagai sebuah tantangan.

Hal itu ditunjukkan kreativitas siswa dalam menyelesaikan tugas dengan baik. Sehingga belajar siswa menjadi lebih fokus. Ada interaksi kreativitas dengan sikap ilmiah terhadap prestasi kognitif. Terlihat saat diskusi semua siswa melakukan diskusi dengan percaya diri.

Baca juga:  Penerapan Pancasila sebagai Dasar Kehidupan Bermasyarakat

Dalam pembelajaran model GI, untuk mencari informasi materi siswa dapat memanfaatkan handphone. Model pembelajaran kooperatif GI memudahkan siswa memahami konsep fisika, dan dapat dijadikan petunjuk bagi guru sebagai alternative menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Sehingga siswa lebih tertarik belajar mendapatkan pengalaman baru.

Model Group investigasi dapat mendukung kreativitas dan sikap ilmiah siswa dalam proses pembelajaran. Memudahkan siswa memahami konsep fisika, dan dapat dijadikan petunjuk guru sebagai alternatif menyampaikan materi pelajaran dan membuat siswa tertarik dan antusias dalam pembelajaran. (igi1/fth)

Guru Fisika SMA N 1 Wonosegoro, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya