alexametrics

Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Ketenagakerjaan

Oleh : Agus Sarjono, SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan silabus Kurikulum 2013 mata pelajaran ekonomi (peminatan) untuk kelas XI semester satu (ganjil) pada kompetensi dasar 3.2 siswa diajak menganalisis permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam pembahasan mengenai ketenagakerjaan terdapat beberapa materi yang harus disampaikan kepada peserta didik. Yaitu pengertian ketenagakerjaan, kesempatan kerja, tenaga kerja dan angkatan kerja. Kemudian upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja, sistem upah, dan pengangguran.

Pembelajaran materi ketenagakerjaan dengan menggunakan pendekatan saintifik memiliki 3 kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup yang di dalamnya terdapat proses mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

Pada kegiatan pendahuluan, guru membimbing peserta didik untuk berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Selanjutnya guru menginformasikan garis besar tujuan pembelajaran materi ketenagakerjaan. Yaitu pertama, siswa dapat menunjukkan rasa syukur, jujur, tanggung jawab dan disiplin. Kedua, siswa dapat menunjukkan perilaku kerja sama dan komunikasi lisan. Ketiga, siswa dapat mengidentifikasi pengertian dan perbedaan angkatan kerja, tenaga kerja, kesempatan kerja.

Baca juga:  Menumbuhkan Peduli Lingkungan Sekolah dengan Sasi Sahon

Keempat, siswa dapat mengidentifikasi upaya peningkatan kualitas kerja dan macam-macam upah. Kelima, siswa dapat menyebutkan sistem upah menurut UU No. 13/2003. Keenam, siswa dapat mendeskripsikan UMR. Ketujuh, siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis pengangguran dan sebab-sebabnya. Delapan, siswa dapat mendeskripsikan cara-cara mengatasi masalah pengangguran.

Terakhir dalam kegiatan pendahuluan guru memotivasi siswa untuk selalu berusaha dengan bekerja di berbagai bidang dengan kemampuan masing-masing. Baik secara formal maupun nonformal untuk memenuhi kebutuhannya.

Selanjutnya pada kegiatan inti pembelajaran materi ketenagakerjaan, guru mengajak siswa melaksanakan proses pertama dalam pendekatan saintifik yaitu mengamati. Guru meminta siswa mengamati fenomena tentang kondisi ketenagakerjaan di Indonesia dalam pemutaran video yang telah disiapkan oleh guru sebelumnya. Mengamati bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi.

Baca juga:  Blended Learning dalam Pembelajaran Ekonomi Materi Koperasi

Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan (melihat, membaca, mendengar) hal yang penting dari suatu benda atau objek. Adapun kompetensi yang diharapkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, dan mencari informasi. Ketika proses mengamati guru dan siswa harus cermat, objektif, dan jujur serta terfokus pada objek yang diobservasi untuk kepentingan pembelajaran.

Sebelum observasi dilaksanakan, guru dan peserta didik sebaiknya menentukan dan menyepakati cara dan prosedur pengamatan, memahami apa yang hendak dicatat, direkam, dan sejenisnya, serta bagaimana membuat catatan atas perolehan observasi.

Proses yang ketiga dalam pendekatan saintifik adalah mengeksplorasi. Di mana setelah siswa memahami pengertian dan perbedaan tenaga kerja, angkatan kerja, dan kesempatan kerja, guru mengarahkan siswa untuk mengumpulkan data dan informasi tentang upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja, sistem upah, dan pengangguran melalui buku, makalah, artikel, jurnal penelitian, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Belajar Pasar Modal Lebih Asyik dengan Pojok Bursa

Kegiatan belajarnya adalah mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.

Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

Di akhir pelajaran, guru akan melaksanakan kegiatan penutupan. Dalam kegiatan penutupan ini guru dan siswa bersama-sama melakukan refleksi, kemudian guru melakukan penilaian yang dapat berupa tes lisan dengan beberapa pertanyaan (kognitif), lembar pengamatan (afektif), dan lembar pengamatan (psikomotorik), terakhir siswa mengerjakan soal-soal evaluasi yang diberikan oleh Guru. (igi1/lis)

Guru Ekonomi SMAN 1 Wonosegoro, Kabupaten Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya